Usai Dilantik, Ini Kata Bahlil saat Ditanya Target 3 Bulan Jadi Menko

JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan tidak ingin membatasi target kerjanya hanya dalam tiga bulan setelah mendapat mandat baru dari Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat ditanya mengenai rencana kerja selama tiga bulan pertama menjabat sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Alih-alih memaparkan target jangka pendek, dia menekankan pola kerja yang akan dilakukan setiap hari.

"Saya selalu bekerja setiap hari, bukan per tiga bulan, ya. Setiap hari, setiap hari, setiap hari. Jadi saya kerja, berpikir, kerja, berpikir, berpikir, kerja," tegas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Bahlil baru mendapat tugas tambahan dari Prabowo. Selain tetap menjabat sebagai Menteri ESDM, dia kini dipercaya mengemban posisi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.

Dengan posisi tersebut, Bahlil harus menjalankan dua tanggung jawab pemerintahan sekaligus.

Sebelumnya, dia juga menyebut penugasan tersebut sebagai amanah dan tanggung jawab negara yang harus dijalankan secara maksimal.

Bahlil menjelaskan, pekerjaan di bidang hilirisasi dan transisi energi tidak dapat dipandang sebagai agenda yang hanya memiliki target dalam periode tertentu. Menurut dia, berbagai program tersebut harus terus dikerjakan dan dipikirkan secara berkelanjutan.

Dia juga menjelaskan alasan pemerintah membentuk koordinasi khusus untuk hilirisasi dan transisi energi. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi geopolitik yang tidak menentu serta dinamika ekonomi dunia yang terus berubah.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap energi bersih tetap menjadi bagian dari agenda global. Karena itu, pemerintah menilai program hilirisasi dan transisi energi perlu dijalankan secara terintegrasi.

"Kenapa ini penting, kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih, maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, agenda tersebut tidak cukup jika dijalankan secara terpisah oleh masing-masing sektor. Pemerintah menginginkan hilirisasi dan transisi energi berjalan dengan perencanaan yang menyeluruh serta memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

"Maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden," sambungnya.

Dengan mandat tersebut, pekerjaan Bahlil sebagai Menko akan berkaitan erat dengan agenda pemerintah di sektor hilirisasi sekaligus transisi energi. Sementara itu, tugasnya sebagai Menteri ESDM tetap berjalan karena kedua posisi tersebut saat ini dirangkap olehnya.

Bahlil resmi dilantik Prabowo sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih yang dilakukan pemerintah.