Bangunan Liar di Frontage Road Waru Dibongkar, Penertiban Berlanjut ke Buduran

SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Satpol PP Sidoarjo membongkar delapan bangunan liar di sepanjang Frontage Road (FR) Waru, Selasa (6/10/2026), untuk mengembalikan fungsi jalan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi frontage road sebagai jalur lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Sejumlah material dari bangunan yang dibongkar, seperti kayu dan terpal, langsung diangkut menggunakan armada Satpol PP.

Kepala Satpol PP Sidoarjo Yani Setiawan mengatakan, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut setelah pembangunan frontage road. Keberadaan bangunan dan aktivitas di sekitar badan jalan dinilai membuat fungsi jalan belum berjalan optimal.

"Penertiban pagi hari ini untuk menunjang kelancaran lalu lintas pasca dibangunnya frontage. Ini nanti rencananya akan dilanjutkan sampai Buduran," kata Yani.

Menurut dia, selain bangunan liar, petugas masih menemukan sejumlah aktivitas yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Di antaranya kendaraan yang melawan arus maupun kendaraan yang parkir di sekitar frontage road.

"Masih banyak pengguna jalan yang melawan arus terhadap frontage dan juga digunakan buat parkir pada kegiatan-kegiatan. Sehingga fungsi frontage ini tidak optimal karena badan jalan yang seharusnya untuk jalan digunakan untuk kegiatan lain selain fungsi lalu lintas," ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP mendata sekitar 20 bangunan di segmen Waru. Setelah dilakukan sosialisasi, sebagian pemilik memilih membongkar bangunannya secara mandiri.

"Yang sudah dibongkar mandiri tinggal delapan sekarang yang tersisa. Jadi hitungan kami yang tersisa sekarang ada delapan bangunan yang pada hari ini akan dilaksanakan penertiban," jelasnya.

Dalam penertiban tersebut, Satpol PP Sidoarjo mengerahkan sekitar 300 personel. Petugas juga menyiapkan enam armada kendaraan angkut, satu unit ekskavator, serta satu tangki pembasah untuk mengurangi debu selama proses pembongkaran.

Yani menegaskan, penertiban tidak berhenti di Waru. Satpol PP akan melanjutkan pendataan dan verifikasi hingga kawasan Gedangan dan Buduran.

"Ini akan dilakukan sampai Buduran. Nanti kita data, mana yang milik sendiri, mana yang memang bangunan liar. Yang bangunan liar akan kita tertibkan," tegasnya.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 250 bangunan yang masih akan diverifikasi dan ditertibkan di sepanjang kawasan frontage road.

DPRD Dorong Penertiban Dilanjutkan dengan Pembangunan Taman

Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Warih Andono mengapresiasi langkah tegas Satpol PP dalam menertibkan bangunan liar di frontage road Waru.

Menurutnya, penertiban diperlukan agar kawasan frontage road tidak kembali dipenuhi bangunan maupun aktivitas yang mengganggu pengguna jalan.

"Hari ini pelaksanaan kegiatan penertiban PKL, kami dari DPRD mengapresiasi sekali terhadap kinerja Satpol PP yang sudah tegas menertibkan bangunan liar," kata Warih.

Dia berharap penertiban dilanjutkan secara menyeluruh dari Waru hingga Gedangan dan Buduran. Selain mengganggu lalu lintas, keberadaan bangunan liar juga membuat kawasan frontage road terlihat kumuh.

"Kalau ini terus dilakukan dari Waru sampai Gedangan dan Buduran, maka kondisi frontage ini akan jadi nyaman. Karena bangunan liar ini kelihatan kumuh. Kalau sudah kelihatan kumuh, tidak nyaman juga mengganggu kendaraan yang lain," ujarnya.

Warih juga mendorong agar penertiban diikuti dengan penataan kawasan. Salah satunya melalui pembangunan taman di area yang telah dibersihkan agar tidak kembali dimanfaatkan untuk bangunan atau aktivitas liar.

"Tahapan berikutnya kalau ini sudah ditertibkan, kami mengimbau kepada DLH untuk taman yang harus dilakukan. Jadi pembangunan taman diteruskan sehingga nanti tidak ada bangunan lagi," pungkasnya.

Menurut Warih, penataan berkelanjutan penting dilakukan agar hasil penertiban tidak sia-sia dan bangunan liar tidak kembali bermunculan. Dengan kawasan yang tertata, fungsi frontage road sebagai jalur lalu lintas juga dapat berjalan lebih optimal. (cat/van)