KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pentingnya memperkuat strategi penanganan bencana melalui kolaborasi dengan dunia usaha.
Dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai dapat mempercepat penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana. Hal itu disampaikan Wahyu saat menghadiri silaturahmi lembaga usaha dalam penanganan pascabencana yang digelar BPBD Kota Malang, Rabu (7/10/2026).
Ia menekankan sistem penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena keterbatasan anggaran dan mekanisme administrasi.
“Kalau pembiayaannya mengandalkan APBD, tentu ada alur dan SOP penanganan yang harus dilalui. Dengan ketersediaan dukungan CSR, penanganan bencana bisa dilakukan jauh lebih cepat,” ujarnya.
Wahyu mendorong Forum CSR yang baru terbentuk agar tidak sekadar menjadi wadah komunikasi, tetapi mampu berperan nyata dalam mitigasi, penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
“Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.
Menurut dia, pola kolaborasi sejalan dengan konsep pentahelix yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk membangun ketangguhan Kota Malang menghadapi potensi bencana.
Wahyu juga menyoroti potensi genangan dan cuaca ekstrem yang masih menjadi tantangan. Pemkot Malang melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari pembenahan konstruksi, pembersihan drainase, simulasi kebencanaan, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Ia mengajak warga menjaga lingkungan.
“Jangan membuang sampah ke saluran air. Kita juga harus menggalakkan kerja bakti agar fungsi drainase tetap optimal,” ucapnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Malang, Heru Mulyono, menekankan pentingnya edukasi publik terkait status kebencanaan.
Ia menjelaskan masyarakat perlu memahami perbedaan antara SK Kejadian Bencana dan SK Tanggap Darurat Bencana agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap langkah pemerintah. (dad/mar)










