Ardi juga menyarankan, agar pelayanan keadministrasian penduduk tidak dicampur di satu ruang saja. Melainkan dipilah-pilah, ini agar Dispendukcapil bisa lebih mudah memberi pelayanan dengan cepat dan efisien.
"Seharusnya lokasi pelayanan KTP, kartu keluarga dan akta kelahiran tidak dicampur dalam satu ruangan seperti ini. Kalau dipisah-pisah kan lebih enak, selain lebih mudah melayani, Dispendukcapil bisa langsung memantau jumlah pemohon setiap harinya," sarannya.
Puas memantau ruang pelayanan, Ardi kemudian mencoba berinteraksi langsung dengan sejumlah calon pemohon. Salah satunya dengan seorang ibu yang hendak mengurus kartu keluarga. Kepada ibu tersebut, Ardi mencoba bertanya soal servis yang diberikan Dispendukcapil.
Ardi pun langsung tersentak saat mendengar jawaban jika ibu tersebut sudah antre selama 4 jam untuk menunggu KK nya jadi. "Lho kok lama, apa persyaratanya yang kurang? atau memang pelayanannya yang lembek?," sindir Ardi lagi.










