Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo Dr M Bahrul Amig menjelaskan, penilaian Adipura kali ini, mengukur komitmen kepala daerah terhadap problem lingkungan di daerahnya masing-masing dan upaya apa untuk mengatasi problem tersebut.
"Tidak hanya bagaimana upaya mengatasi persoalan sampah, tapi sejauh mana masyarakat bisa diajak untuk turut berpartisipasi," ungkap Amig, yang juga mendampingi Bupati Sidoarjo menerima Piala Adipura Kirana.
Amig menyatakan penilaian Adipura pada tahun 2016 semakin ketat dan jauh dari kesan sebagai sebuah penghargaan yang diobral. Sebab penilaian tidak hanya dilakukan secara formal, namun dilakukan dengan diam-diam, yang disebut Amig dilakukan oleh sebuah Tim Siluman. Kata dia, juri juga berasal dari beragam kalangan, mulai akademisi hingga aktivis lingkungan hidup.
Sebagai informasi, upaya Kabupaten Sidoarjo mengatasi sampah melalui TPST, guna mengurangi beban volume sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon.










