Tiga Tahun Kerja di Malaysia, TKI Surabaya Pulang Tanpa Nyawa

Rokhayah, tetangga korban mengatakan, Juni merupakan tulang punggung keluarga. Ia harus membanting tulang demi menghidupi ibunya. Saat ini, ibunya sudah tidak bisa bekerja karena usianya tua dan mengidap beberapa penyakit. "Juni anak ragil dari empat bersaudara. Tapi tiga saudaranya meninggal di usia muda. Juni memiliki adik angkat namanya Doni dan berada di Makassar," katanya.

Dia mengatakan, selama di Malaysia, Juni ini masih sering rurtin mengirimkan uang ke Ibunya melalui rekening Doni. Menurutya, setiap bulannya, Juni mengirimkan uang Rp 500.000 - Rp 700.000, tergantung rezeki yang didapatkannya di tanah rantau.

"Tiga bulan sebelum dinyatakan meninggal dunia, Juni menghentikan transfer dan alasannya untuk berobat ke dokter. Tapi dia tidak pernah cerita sakitnya apa, makanya keluarga juga tidak tahu sakitnya apa," tuturnya.

Menurutnya, pihak keluarga tidak mengetahui apa yang dikerjakan Juni di Malaysia. Selama ini, Juni hanya berkabar bahwa di Malaysia ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "Waktu dapat kabar Juni meninggal, ibunya sempat shock. Meski pendengarannya sedikit terganggu, namun naluri keibuannya masih tinggi, dia juga sedih saat itu," tandasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: