Ratusan Hektar Padi di Tulungagung Terendam Air, Disperta Mengaku hanya Bisa Memantau

“Kerugian kami selain benih dan pupuk juga tenaga, jika dihitung pasti banyak. Upaya pembuangan air sudah kami lakukan namun tidak berhasil, karena sungai sebagai pembuangan, airnya juga meluap,” tambahnya.

Masih menurut Murtadi, surutnya air yang menggenangi lahan pertanian tersebut tergantung pada kondisi sungai Niyama. Apabila sungai Niyama sebagai saluran pembuangan surut, maka air sawah akan terbuang dengan sendirinya.

“Jika dam pembuangan air sungai Niyama dibuka, kemungkinan akan cepat surut, namun jika tidak kondisinya akan tetap seperti ini,” cetus Murtadi.

Lebih lanjut, untuk sementara ini para kelompok tani hanya bisa mengeluh dan berharap pemerintah daerah, khususnya dinas pertanian dapat memberikan solusi terbaik. “Mau tidak mau hanya menunggu, hingga para pejabat pemerintah turun tangan, dan membantu kami,” harapnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: