"Jangan sembarangan memungut tarif seenaknya, yang mengakibatkan masyarakat atau konsumen kecewa," imbuh pemilik taksi konvensional bernama "Citra" ini.
Sebelumnya, antara ketua jalur mikrolet dan perwakilan pengurus taksi di Malang, bersama dengan organda, Dishub, Polres, sudah menggelar pertemuan Sabtu (18/02) lalu. Namun, hal tersebut nampaknya belum mampu meredam gejolak emosi para sopir transportasi konvensional di lapangan.
Terbukti, mereka masih melakukan aksi sweeping dan pengusiran terhadap para transportasi online di beberapa tempat seperti Mall Matos, Stasiun Kota Baru, dan terminal Arjosari.
BERITA TERKAIT:










