“Jalur kami alihkan lurus lewat depan masjid Jamik. Mikrolet yang menumpuk di jalan Arif Rahman Hakim kita pecah menjadi dua, yakni menuju masjid jami' dan menuju arah utara,” ujar Iptu Budi.
Budi berharap, pendemo bisa sadar diri jika mereka menganggu kepentingan umum dan tidak berlanjut hingga malam hari. Dia tidak bisa melakukan penilangan karena jumlahnya yang begitu banyak. Satlantas hanya memberi pengarahan dan penataan saja.
Salah satu pengguna jalan yakni Slamet, warga Kecamatan Klojen menuturkan, apa yang sudah dilakukan para sopir mikrolet sedikit banyak memberikan dampak kurang baik bagi masyarakat lainnya. Cara-cara yang dilakukan kurang simpatik dan elegan. “Banyak masyarakat yang kecewa dengan aksi mereka ini,”ujar Slamet.
Dialog pun telah dilakukan antara perwakilan supir angkot dengan anggota dewan dan Dinas Perhubungan. Hasil dialog juga telah disampaikan kepada supir angkot. Sayangnya, tak banyak yang setuju dengan hasil dialog tersebut dan memilih untuk tetap melanjutkan aksi mereka.










