Menariknya, Kiai Mutawakil memberikan amplop putih besar kepada Ahmad Basarah. Menurut Putra pertama Kiai Hasan Syaifurrizal ini, dalam amplop itu berisi tulisan tangan dirinya yang mengaku merupakan suara hati para kiai NU. Dia juga meminta agar amplop itu diberikan langsung kepada Megawati Soekarno Putri.
"Ini tulisan tangan saya langsung. Insya Allah ini suara hati dan keinginan para kiai NU. Itu suara perwakilan hati saya kepada Ibu Mega," ujar Kiai Mutawakil usai memberikan amplop itu kepada Ahmad Basarah.
Saat ditanya, apa saja isi dari tulisan tangan itu, lagi-lagi Kiai Mutawakil mengatakan jika itu suara pribadi dirinya. Namun, dirinya mengaku bahwa pertemuan itu juga mewakili kiai-kiai di Jawa Timur.
Dirinya mengapresiasi PDIP karena telah mengutus Wasekjen-nya untuk menemui kiai-kiai NU dan mendengarkan langsung apa yang menjadi aspirasi para kiai. "Kami tadi sudah mendengarkan pesan-pesan dari Ibu Mega melalui pak Ahmad Basarah tadi. Ada dua pesan yang disampaikan tadi, yakni pertama, pesan umum menyangkut tentang kepentingan bangsa dan negara, bahwa penyangga negara itu tidak ringan, maka dibutuhkan kekuatan politik dan kultur yang di antaranya realisasinya merajut kembali sinergi antara nasional dan religius yakni bertawasul kepada para kiai.










