Panglima TNI Jenderal Gatot: Kiai dan Santri Berperan Penting dalam Perjuangan Kemerdekaan

Saat ditemui wartawan di Pesantren Tebuireng, Gatot mengingatkan bahwa selain makam Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di tempat itu juga ada makam KH. Hasyim Asy'ari yang sangat berjasa kepada Republik Indonesia.

"Saat mendapatkan informasi bahwa sekutu akan mendarat di Surabaya, Pak Dirman melapor kepada Bung Karno dan meminta solusi kepada Kiai Hasyim. Kiai Hasyim tidak langsung menjawab, tapi beliau salat istikharah dulu. Lalu ditetapkanlah fatwa (Resolusi) Jihad", ulas mantan Pangkostrad ini.

Saat itu, Gatot menambahkan, semua alumni Pesantren Tebuireng yang sudah menyebar di berbagai daerah dan berjumlah sekitar 20 ribuan orang, datang lagi dan berkumpul untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap sekutu. Perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Kiai Abbas dari Buntet, Jawa Barat, atas perintah Kiai Hasyim, berlangsung pada 10 November 1945 dan dikenal sebagai Hari Pahlawan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Panglima TNI Jenderal Gatot: Kiai dan Santri Berperan Penting dalam Perjuangan Kemerdekaan - Halaman 2