Menurut Kiai Hajar Hasan, selama ini PWNU Riau tak pernah melakukan kesalahan. “Kegiatan organisasi jalan, Pak Sujianto juga aktif. Bahkan kalau ada tugas NU, Pak Sujianto pakai uang sendiri (pribadi-red), bukan uang NU,” tutur kiai yang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau itu. Yang dimaksud Pak Sugianto adalah Prof Dr Sujianto Ketua Tanfidziyah PWNU Riau yang baru. Sujianto sehari-harinya adalah Pembantu Rektor Universitas Riau (Unri).
Sujianto sebenarnya baru menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Riau menggantikan Dr Tarmizi Tohor yang mundur karena diangkat sebagai direktur di kementerian agama sehingga ia harus tinggal di Jakarta.
Kiai Hajar Hasan mengaku heran PWNU Riau dibekukan karena pihaknya sekarang sedang menunggu proses turunnya SK kepengurusan Sujianto sebagai ketua Tanfidziah PWNU Riau.
”Saya sudah ke PBNU nemui Pak Said Aqil Siroj dan Sekjen (Helmy Faisal Zaini-red). Saya tanyakan kapan SK (kepengurusan) turun. Katanya masih proses. Tapi ternyata yang turun SK Caretaker,” katanya tak habis pikir.










