Pertemuan para Gawais di Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan berlangsung Agustus 2026, dinamika internal mulai menghangat dari arus bawah.
Sejumlah tokoh muda NU yang tergabung dalam Forum Gawagis Nusantara, Majelis Kaum Muda NU Mataraman, dan elemen pemuda Nahdliyin berkumpul di Kediri untuk menyuarakan gagasan besar demi masa depan organisasi.
BACA JUGA:
Pertemuan di BLKK Tabassam Al-Fallah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, pada Sabtu (20/6/2026), menyoroti pentingnya mengembalikan NU ke Khittah 1926, mewujudkan kemandirian ekonomi, serta menjaga marwah ulama dari politik praktis.
Pengurus Pondok Pesantren Darul Hikam Joresan Ponorogo, Gus Nabil Hasbullah, menekankan perlunya tata kelola potensi ekonomi warga NU yang mencapai lebih dari 100 juta jiwa.
“Bagaimana kalau potensi zakat atau sedekah warga NU ini dikelola secara terpusat dengan mekanisme yang tepat? Potensinya luar biasa besar, bisa mencapai triliunan rupiah,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator wilayah Mataraman Barat, Rendra Setiawan atau Gus Rendra, menambahkan kemandirian ekonomi adalah kunci kedaulatan politik warga NU.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




