Sementara itu ketua Deskranada Kota Kediri Feyronica Silviana Abu Bakar mengatakan, Dhoho Street Fashion sengaja kembali digelar agar tenun ikat semakin dikenal masyarakat. Dalam Dhoho strret fashionkali ini akan menonjolkan beberapa mode tenun ikat dengan gaya casual atau santai.
“Jika selama ini tenun ikat identik dengan kain yang formal. Maka kali ini akan kami coba peragakan tenun ikat dengan mode casual. Bisa dipakai buat ngemall, atau acara santai lain,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini Pemkot Kediri bekerjasama dengan Didiet Maulana, desainer dari Ikat Indonesia yang sekaligus akan memamerkan hasil kreasinya. Selain itu juga aka nada desainer local asli Kediri, diantaranya SMKN 3 Kediri, Luxe Caesar Botique, Azzkasim Boutique, Zalma Boutique Kediri dan studio Craft Santi.
Sementara itu, menurut Didiet Maulana tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri mempunyai khas tersendiri. Berdasarkan pantauan di seluruh Indonesia, baru di Kota Kediri penenunnya masih muda-muda.










