Cari Bibit Unggul, KONI Sidoarjo Bekali Guru Olahraga Tentang Penjaringan Potensi dan Sport Science

Kata Franki, dengan pengetahuan tentang penjaringan atlet potensial itu, para guru diharapkan bisa bersinergi dengan KONI yang berupaya maksimal mencari bibit-bibit unggul atlet. 

Selain itu, para guru olahraga juga dikenalkan dengan Sport Science, yang kini menjadi bagian penting di dunia olahraga saat ini. "Dengan menerapkan Sport Science, kita memanusiakan atlet. Karena atlet itu betul-betul dilihat dari kemampuannya. Diukur, dicatat terus ada raport yang dipakai untuk membenahi atlet tersebut," jlentreh Franki.

Direktur Sport Science & Fitnes Center Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Dr Hari Setiono, MPd, salah satu pemateri dalam workshop, menjelaskan kenapa melibatkan guru pendidikan jasmani (olahraga) untuk mencetak atlet berpotensi. Yakni adanya temuan atlet nasional yang diterjunkan ke internasional, ternyata rata-rata saat berada di usia Golden Age, ternyata tidak bisa berkembang.

Nah setelah dilakukan penelusuran, kata Prof Hari, ternyata atlet tersebut dulunya didapatkan bukan dari hasil 'menanam', namun dari menemukan di 'ladang'. Dan atlet tersebut, ternyata keberbakatannya ternyata tidak keliru, tetapi memang salah. "Nah yang kita harapkan saat ini, yang hasil kita menanam, kita berikan rabuk (pupuk) dan kemudian punya hasil," urainya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: