Pakde Karwo juga menyuarakan penolakan terhadap impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Kata dia, beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Jawa Timur saat ini sedang melakukan panen raya, sehingga kelangkaan beras akan segera teratasi.
Sementara Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pada tahun 2016 - 2017 pemerintah tidak melakukan impor beras sedikit pun, justru melakukan ekspor ke luar negeri. "Tetapi awal tahun ini sejumlah wilayah di Indonesia sedang panen, tetapi pemerintah mau impor beras, ini salah siapa," kata Amran menyinggung Bulog yang bandel menyerap gabah petani.
Lanjut Amran, semingguan lagi seluruh Indonesia akan panen padi sekitar dua juta hektar, dengan produksi beras sekitar 5-6 juta ton, dan 2.5 juta per bulan dikonsumsi oleh masyarakat.
"Artinya masih surplus banyak yang bisa diserap pihak Bulog. Jangan terjadi seperti tahun sebelumnya penyerapan hanya separuh. Kerjakan yang serius," tandasnya.









