TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Calon wakil gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kembali menegaskan bahwa terpilihnya ia mendampingi Khofifah Indar Parawansa akan menciptakan potensi bernilai strategis terutama buat daerah dan masyarakat Jawa Timur.
Itu sebabnya ia dan sebagian besar mayarakat daerah ini sulit memahami tudingan sebagian kelompok orang yang mengatakan dirinya berkhianat karena meninggalkan Trenggalek untuk bertarung di level Jatim.
Baca Juga: Gelar Doa Bersama Sambut Kemenangan, Puluhan Ribu Masyarakat Siap Kawal Suara Khofifah-Emil
Menurut bupati Trenggalek nonaktif ini, bahwa kemungkinan tudingan itu lebih sebagai gerakan politik penjegalan. "Logika yang semestinya kan manakala putra Trenggalek bisa ikut berperan dalam pemerintahan provinsi dan pembangunan di tingkat Provinsi, seharusnya memberikan keuntungan bagi masyarakat Trenggalek," ungkap Emil di Trenggalek, Selasa (24/4/2018).
Namun yang kemudian terjadi, kata Emil, logika yang sudah benar ini coba dibalik sebagai isu politik dengan mengatakan dirinya meninggalkan bahkan mengkianati Trenggalek. Karenanya pria yang telah banyak memperkenalkan nama Trenggalek di pentas nasional dan dunia itu menyebutnya dengan istilah pemikiran salah kaprah.
"Kenapa saya katakan logika terbalik, baru-baru ini kita mengunjungi hutan kota, di situ warga masyarakat berkeluh kesah kepada Pak Zulkifli Hasan bagaimana kawasan hutan di Trenggalek ini bisa dikurangi karena syaratnya cuma 30%, namun kewenangan terkait ini di luar kewenangan Kabupaten."
Baca Juga: Ikhtiar Ketuk Pintu Langit, Khofifah Hadiri Shalawat Akbar Bersama Ribuan Masyarakat Gresik
Contoh lain misalnya pada saat menyusun anggaran, Emil Dardak berusaha ingin mensejahterakan pesanggem hutan. Namun niatan ini tidak bisa berlanjut setelah Bapeda menyampaikan kewenangan terhadap hal ini merupakan kewenangan Provinsi.
"Hal ini menunjukkan sebagian besar nasib warga Trenggalek tidak hanya ditentukan oleh bupatinya melainkan juga ditentukan oleh gubernur," tegas doktor studi ekonomi pembangunan lulusan Jepang tersebut.
Contah lainnya, lanjut Emil, tentang bagaimana membangun Trenggalek sebagai pesisir Selatan Jatim yang kokoh, sebagai garda terdepan menghadap ke Samudera Hindia. Masalahnya juga sama, kewenangan pemerintah terhadap kelautan juga sudah diserahkan kepada Provinsi.
Baca Juga: Survei ARCI: Khofifah-Emil Dominan di Mataraman
Tak sampai di situ, kewenangan pendidikan SMK/SMK juga ada di Provinsi, padahal dirinya selama jadi bupati mempunyai banyak program untuk pendidikan setara SMA/ SMK ini. Sehingga untuk mewujudkannya hanya bisa dilakukan melalui pemerintahan provinsi.
"Setelah melihat tiga pilar besar ini kewenangannya ada di Provinsi, sehingga kebijakan terhadap hal ini harus dimintakan ke provinsi, apakah benar bila niatan maju ke menjadi cawagub ini sebagai sebuah upaya meninggalkan atau berkhianat terhadap masyarakat Trenggalek," tanya Emil dengan nada retoris.
Emil menilai ada upaya menggiring opini terbalik sehingga kesannya dirinya berkhianat, padahal tujuannya selain mengambil amanah yang lebih besar Emil tetap berjuang untuk Trenggalek.
Baca Juga: Siap Jadikan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara, Khofifah-Emil Ajak Sukseskan Pilkada 2024
Dicontohkan lagi olehnya, dulu di Trenggalek ada sosok Bupati fenomenal yang diangkat menjadi Gubernur Irian Jaya, Brigjen Sutran namanya. Meskipun ditunjuk menjadi Gubernur Irian, Pak Sutran tetap memikirkan masyarakat Trenggalek dengan mengajak masyarakat bumi Menak Sopal ini bisa bekerja di sana.
Emil menegaskan dirinya sama halnya dengan Pak Sutran, darah Trenggalek, darah Imam Masjid Agung Trenggalek mengalir pada dirinya, sehingga dirinya mau diapakan dirinya tidak akan melupakan Trenggalek.
Pernyataan Emil di berbagai komunitas berpengaruh di Trenggalek dan di depan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan diamini oleh Ketua MPR tersebut.
Baca Juga: Ratusan Laskar Khofifah-Emil Siap Berjuang di Pilgub Jatim 2024
"Serangan dari lawan itu biasa dilakukan, hal ini menunjukkan bahwasannya pasangan yang kita usung ini sangat diperhitungkan," tegas Zulhasan.
"Dulu Pacitan tidak lebih maju daripada Trenggalek. Namun setelah SBY menjadi Presiden, Pacitan jauh lebih maju daripada Trenggalek apa tidak," ungkap Zulhasan.
"Melihat contoh-contoh tersebut, pastinya bila Emil Dardak diberikan amanah menjadi Wakil Gubernur Jatim akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Trenggalek," tegas Zulhan lagi. (*)
Baca Juga: Khofifah-Emil Siap Bangun Infrastruktur dan Interkoneksi Jatim Sebagai Gerbang Baru Nusantara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News