Aksi kekecawaan Sakeramania ini dilampiaskan dalam bentuk konvoi tertib di sekitaran Bangil, Kabupaten Pasuruan. Mereka membawa sejumlah tulisan yang intinya mengecam kepemimpinan Edy.
Henry Sulfianto Sekjen Sakeramania mengungkapkan bahwa selama ini PSSI ini belum bersih dari mafia bola. Menurutnya, mafia bola itu masih ada. Bahkan, beberapa waktu lalu, Persekabpas sempat dicurangi saat main di kandang Persibara Banjarnegara dalam lanjutan Liga 3.
"Kami dicurangi. Ada sistem pengaturan skor. Kami kalah telak di sana dengan skor 3-0. Wasit sangat membela tuan rumah. Kami sebagai tim tamu sangat dirugikan sekali," tegasnya dalam konferensi pers, Rabu (24/10).
Ia menilai, pertandingan Persekabpas vs Persibara ini sangat tidak fair. Bahkan, sudah melanggar asas dan aturan yang sudah ditetapkan PSSI. Kata dia, PSSI kurang tegas dan bijak dalam hal ini.










