Dia mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial tengah merancang program yang bertujuan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Bojonegoro. "Harapannya angka kemiskinan di Bojonegoro bisa turun 2% ditahun 2019 ini," katanya.
Kata dia, selain PKH, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga tengah berjalan di Bojonegoro. Hanya saja program tersebut langsung dari pusat (Kementerian Sosial), sehingga banyak kendala untuk menambah jumlah penerima bagi yang benar-benar layak menerima bantuan.
"Pemkab Bojonegoro kedepan bisa mengalokasikan anggaran untuk membuat program bantuan pangan non tunai sendiri," ujarnya disambut tepuk tangan para peserta PKH dari Kecamatan Kanor dan Sumberejo.
Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Helmi Elizabeth juga mendorong para peserta PKH di Kecamatan Kanor dan Kecamatan Sumberejo agar secepatnya bisa mandiri. Ia mencontohkan agar bisa mandiri dan keluar dari program PKH yaitu menggunakan sebagian uang bantuan untuk modal usaha.








