Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di lokasi proyek box culvert Manukan-Sememi, Rabu (12/6/2019) siang. foto: YUDI ARIANTO/ BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pemasangan box culvert sisi Manukan-Sememi selesai sebelum masuk musim hujan, yakni sekitar bulan November 2019 mendatang. Hal ini dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di lokasi proyek box culvert Manukan-Sememi, Rabu (12/6/2019) siang.
Eri mengatakan, meskipun proyek ini multiyears hingga tahun 2020, namun dia meminta kepada pihak pelaksana proyek untuk menyelesaikan pemasangan box culvert sebelum Bulan November. Sebab, kalau musim hujan airnya tidak bisa ditampung sehingga bisa meluber ke mana-mana.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
“Makanya, teman-teman pelaksana proyek sudah menyiapkan pengerjaan box culvert itu sampai titik yang sudah ditentukan, meskipun tidak tertutup, tapi box culvertnya sudah harus terpasang, sehingga kalau musim hujan airnya tetap bisa mengalir lancar,” kata Eri.
Ia mengaku masih akan berkoordinasi lagi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Linmas untuk memastikan puncak musim hujan. Apabila derasnya di Bulan Oktober, maka dia akan meminta kepada pelaksana proyek untuk melakukan percepatan pemasangan box culvertnya sebelum Bulan Oktober. “Insya Allah bisa dikerjakan kalau pemasangan box culvertnya saja,” tuturnya.
Eri menambahkan, sebenarnya proyek box culvert di jalur ini merupakan proses panjang yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Sebab, proyek box culvert ini membentang dari Girilaya hingga tuntas di Benowo.
Rinciannya, di Girilaya-Banyu Urip sepanjang 852 meter dibangun tahun 2009 dengan menggunakan APBD, Banyu Urip Lor 2-Simo Pomahan sepanjang 1.520 meter dibangun tahun 2010 dengan menggunakan APBD, Simo Pomahan-Simo Jawar sepanjang 650 meter dibangun tahun 2011 dengan APBD.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




