Wali Kota Risma dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan foto bersama dengan latar belakang para guru SD dan SMP. foto: YUDI A/ BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) meluncurkan program “Guru Pembangun Peradaban”. Program ini sebagai upaya pemerintah kota untuk mewujudkan cita-cita membangun generasi anti korupsi sejak dini.
Peluncuran program yang digelar di lantai 5 Graha Sawunggaling Surabaya ini, dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dan Direktur Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia, Maria Kresentia. Hadir pula, kepala sekolah SD - SMP, serta ratusan guru agama dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) se-Surabaya.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, program ini akan diterapkan di semua sekolah SD dan SMP, baik swasta maupun negeri se-Surabaya. Nantinya, program ini akan dikemas dalam bentuk semenarik mungkin agar siswa dapat menerima pesan dengan baik.
“Jadi itu, nanti anak-anak diajarkan tidak boleh nyontek dan harus disiplin. Membangun karakter yang baik untuk anak dalam bentuk permainan, sehingga anak-anak senang menerimanya," kata Risma mengawali sambutannya.
Ia juga berpesan kepada para guru agar terus mengajarkan pada anak didiknya untuk bersikap jujur. Termasuk saat mereka menginginkan sesuatu, agar dilakukan dengan kerja keras terlebih dahulu.
"Misalnya, jika di sekolah anak-anak ingin mendapatkan nilai bagus, maka harus belajar. Bukan didapat dari cara yang mudah. Harus belajar dan tidak menyontek,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




