“Saya benar-benar menekankan soal operasi katarak ini, karena penyakit ini di Jatim cukup mengkhawatirkan,” katanya lagi.
Gubernur mengatakan, berdasarkan data yang ada, jumlah kebutaan di wilayahnya tergolong masih tinggi. Sedangkan penyumbang tertinggi disebabkan penyakit katarak.
BACA JUGA:Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
"Saat ini angka kebutaan di Jatim masih tinggi, masih di atas rata-rata nasional. Penyebabnya, 80 persen kebutaan di Jatim karena katarak. Penyebabnya ini yang harus diatasi," kata Gubernur Khofifah.
Menurut dia, layanan operasi katarak gratis sudah sering dilakukan. Namun, ia ingin target Jawa Timur bebas katarak lebih maksimal dan cepat terwujud. "Kita berharap pada 2023, Jawa Timur sudah bebas katarak," kata Khofifah.










