SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga iklim investasi yang kondusif serta memastikan Penanaman Modal Asing (PMA) Jepang di Jawa Timur tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri East Java Investment Government – Japanese Business Networking Reception di Harris Hotel dan Conventions Bundaran Satelit, Surabaya, Jumat (30/1/2025).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor Jepang yang secara konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 212 perusahaan PMA asal Jepang telah beroperasi di Jawa Timur dengan total nilai investasi mencapai lebih dari 5 miliar dolar Amerika Serikat. Jepang pun menjadi negara penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Jawa Timur.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan investor Jepang yang konsisten menjadikan Jawa Timur tujuan investasi utama dan Jepang sebagai penyumbang realisasi PMA terbesar ke-4 di Jawa Timur," ujarnya.
Menurutnya, investasi Jepang di Jawa Timur umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakter tersebut menjadikan PMA Jepang sebagai salah satu tulang punggung penguatan struktur industri Jawa Timur, khususnya pada sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman.
"Investasi PMA Jepang terbukti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memicu pertumbuhan industri pendukung dan UMKM lokal," ungkapnya.
Khofifah menjelaskan, tingginya kepercayaan investor Jepang tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari tahap pra-investasi hingga operasional. Reformasi perizinan terus dilakukan melalui sistem digital Online Single Submission (OSS) yang diperkuat dengan Jatim Online Single Submission (JOSS).
Selain itu, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim juga menjamin keamanan berusaha, menyediakan kemudahan akses informasi investasi melalui platform POINT Jatim (Potential Opportunity and Investment Jawa Timur), serta layanan after care investasi melalui program KLIK – Mobile Investment Clinic.
"Melalui strategi dan upaya ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




