Labu kuning asal Tuban Jawa Timur. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak yang belum tahu bahwa labu kuning adalah kesukaan Rasulullah SAW. Bahkan ada yang tertawa karena tak percaya bahwa Nabi Muhammad sangat suka labu kuning. Mereka beranggapan bahwa labu kuning adalah buah Indonesia. Sehingga Rasulullah SAW tak pernah bersentuhan dengan labu kuning. Benarkah?
Baiklah. Kita simak Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari ini. Anas Bin Malik berkata:
BACA JUGA:
- Hadiri Sanggring Kolak Ayam ke-501, Wabup Gresik Apresiasi Warga Gumeno: Jaga Tradisi Sunan Dalem
- Puasa Enaknya Buat Kolak Labu Kuning dan Pisang Manis, Ini Resep dan Cara Buatnya
- Muhammadiyah pun Instruksikan Peringati Maulid Nabi, Kenapa Ustadz Skripturalis Sibuk Membid'ahkan
- Tradisi Turun-Temurun, Warga Krajan Pasuruan Berebut Berkah "Arebbuan" di Peringatan Maulid Nabi
“Seorang tukang jahit mengundang Nabi Muhammad SAW untuk menghadiri jamuan makan yang ia selenggarakan. Aku datang bersama Nabi SAW memenuhi undangan tersebut. Penjahit itu menghidangkan roti gandum dan kuah yang di dalamnya ada labu dan daging yang telah dikeringkan. Aku melihat Nabi SAW memilih-milih buah labu di dalam bejana tersebut. Setelah hari itu saya selalu menyukai buah labu.”
Hadits ini shahih karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Gamblang sekali kan?
Labu kuning juga disebut dalam peristiwa Nabi Yunus. Bahkan labu kuning inilah yang sengaja ditumbuhkan oleh Allah SWT sebagai obat Nabi Yunus setelah beliau dimuntahkan dari mulut ikan. Menurut M. Afifuddin Dimyathi (2019), ini termaktub dalam Al Quran surat As-Shoffat ayat 142-146.
فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ. فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ. لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ. فَنَبَذْنَٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌ. وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ. “Maka dia ditelan ikan besar dalam keadaan tercela. Maka sekiranya ia tidak termasuk orang yang banyak berrzikir. Niscaya ia akan tetap tinggal dalam perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian kami lemparkan ia ke daratan yang tandus, sedang ia sakit. Kemudian untuknya Kami tumbuhkan pohon “Yaqthiin”.”
Menurut Afifuddin Dimyathi, para mufassir – diantaranya dalam Tafsir Al Wasith - memahami “Yaqthinn” adalah semua tumbuh-tumbuhan yang tak punya batang semisal semangka, mentimun dan labu. Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas dalam Tafsir Ibnu Katsir, tulis Afifuddin Dimyathi, menafsirkan yaqthiin itu sebagai labu.
Lalu dari mana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mendapat labu kuning? Bukankah negara-negara Arab tandus dan hanya pohon kurma yang tumbuh?
Di Arab Saudi labu kuning bisa ditemukan di wilayah Qassim. Provinsi Al-Qassim terletak di kawasan tengah atau jantung Semenanjung Arab, Arab Saudi. Wilayah ini berjarak sekitar 350 kilometer dari ibu kota Riyadh ke arah barat laut.
Al Qassim terkenal sebagai salah satu lumbung pangan utama negara. Pusat pemerintahnnya terletak di Buraidah.
Provisi Al Qassim juga dikenal sebagai salah satu pusat produksi labu utama. Termasuk labu kuning. Ini didukung oleh iklim pertaniannya yang menguntungkan sehingga membuat berbagai jenis labu, termasuk butternut squash dan kabocha, tumbuh subur.
Selain di Arab Saudi, labu kuning juga tumbuh di Mesir, terutama di Lembah Sungai Nil & Delta). Bahkan Mesir termasuk sebagai salah satu produsen terbesar labu. Tanaman labu ditanam secara luas di sepanjang kawasan subur Sungai Nil. Berbagai varietas lokal dibudidayakan dari Mesir Hulu hingga kawasan Delta.
Begitu juga di Uni Emirat Arab (UEA), utamanya di Al Ain & Gurun. Memang UEA memiliki iklim gurun yang ekstrem, namun budidaya labu skala komersial sukses dilakukan di oasis seperti Al Ain dengan menggunakan rumah kaca (greenhouse) dan irigasi tetes yang efisien.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




