Sebut Bahan Disinfektan Aman, Guru Besar ITS Imbau Masyarakat Tak Produksi Secara Mandiri

Sementara, untuk disinfektan yang disemprotkan di dalam bilik, konsentrasinya tak boleh tinggi. Kalau terlalu tinggi, memang bisa membunuh virus, tapi juga bisa merusak tubuh. Apabila terkena kulit, sel kulit masih bisa regenerasi. Namun, tidak boleh kena kelenjar Mukosa pada hidung dan mulut. Sebab, kelenjar ini tak memiliki perlindungan sebagus kulit.

“Kalau di dalam chamber (bilik disinfektan) yang aman, tutup mata, dan tahan napas. Gak lama hanya beberapa detik. Saya rasa aman, karena cairan yang dipakai konsentrasinya bisa ditolerir, tidak menyebabkan dampak jangka pendek dan jangka panjang,” urainya.

Pemerintah Kota Surabaya memasang bilik sterilisasi sedikitnya 239 unit di sejumlah kawasan. Sedangkan, jumlah wastafel yang terpasang kurang lebih 794 unit. Wastafel dipasang di sekitar bilik disinfektan. Upaya ini dilakukan untuk menghilangkan kuman atau bakteri maupun virus yang mungkin menempel di tubuh.

Meski, pemerintah kota berupaya mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyemprotan dan memasang bilik dan wastafel di berbagai tempat. Tetapi, sebagian masyarakat ada yang berinovasi membuat disinfektan secara mandiri dengan mencampur berbagai disinfektan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Sebut Bahan Disinfektan Aman, Guru Besar ITS Imbau Masyarakat Tak Produksi Secara Mandiri - Halaman 2