foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1441 H, biasanya ada tradisi masyarakat Jawa Timur yang tidak bisa ditinggalkan yaitu Megengan. Di mana, tradisi ini biasa dilakukan dengan kue khas Ramadhan berupa Apem.
Namun demikian, di tengah adanya pandemi covid-19 maka kegiatan masyarakat sangat dibatasi, khususnya untuk menggelar Megengan. Apalagi, semua perkumpulan massa juga tidak diperkenankan.
BACA JUGA:
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaksanakan tradisi ini dengan menggelar Megengan Online dari Gedung Grahadi sore ini, Kamis (23/4). Dalam Megengan Online itu, rencananya juga akan melibatkan beberapa kepala daerah di Jatim. Di antaranya, Bupati Pamekasan, Bupati Lumajang, Bupati Jombang, Bupati Madiun, dan Bupati Trenggalek.
"Sambutan akan datangnya Ramadhan harus tetap kita lakukan, dan di tengah pandemi Covid-19 maka metode Megengan Online adalah salah satu pilihan," terang Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim saat konferensi pers di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (22/4) malam.
Khofifah menuturkan, sebagai penanda bagi masyarakat akan datangnya Ramadhan maka sore nanti juga akan disiapkan 1441 Apem. Jumlah ini sengaja dipilih karena tahun kalender Hijriyahnya adalah 1441.
"Apem ini artinya Afwun dan Afwun yaang artinya permaafan. Sehingga menjelang Ramadhan kita diharapkan saling memaafkan. Ini juga merupakan bentuk memaksimalkan habluminannas atau hubungan baik dengan manusia," urai Khofifah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




