Wafat 7 Ramadan 1366 H, 75 Tahun Lalu, Hadratussyaikh Peletak Batu Kemerdekaan RI

Ia bertanya, tapi kuli itu tak bisa menjelaskan. Ia menyarankan Smith bertemu Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari. Ulama besar. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Juga pendiri Pesantren Tebuireng Jombang. Jawa Timur.

Pada 1931 Karl Von Smith bertemu Hadratussyaikh. Sejak itu ia intensif berdialog. Tentang agama. Ia 10 bulan berdiskusi dengan Hadratussyaikh sampai akhirnya ia masuk Islam.

Peristiwa Karl Von Smith masuk Islam ini adalah bukti kepiawaian Hadratussyaikh dalam berdakwah. Menurut pengakuan Karl Von Smith, Hadratussyaikh tak pernah mengutip ayat-ayat Al-Quran atau Hadits. “Beliau (Hadratussyaikh) samasekali tak pernah menyampaikan kepada saya nash-nash Al-Quran atau sabda-sabda Rasulullah SAW atau dari buku-buku kaum muslimin,” kata Karl Von Smith seperti ditulis Muhammad Asad Syihab dalam bukunya Al-Allamah Muhammad Hasyim Asy’ari Wadli’u Istiqlali Indonesia (Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari Pejuang Kemerdekaan Indonesia). Buku ini diterjemahkan Zainur Ridlo. Diterbitkan Pustaka Tebuireng Jombang.

Kenapa Hadratussyaikh tak mengutip Al-Quran dan Hadits? “Karena beliau (Hadratussyaikh) tahu, bahwa saya ketika itu belum beriman dan tidak percaya kecuali kepada apa yang saya imani, sehingga beliau tidak mengemukakan kepada saya sesuatu yang tidak saya percayai,” kata Karl Von Smith.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Wafat 7 Ramadan 1366 H, 75 Tahun Lalu, Hadratussyaikh Peletak Batu Kemerdekaan RI - Halaman 2