Rossa Amellya Damayanti, siswi kelas 8 SMPN 8 Kediri yang melakukan hobinya, yakni menggambar dan menulis esai.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sejak 17 Maret 2020, sekolah se-Kota Kediri memberlakukan kegiatan belajar mengajar di rumah untuk memutus penyebaran Covid-19. Namun, beberapa murid mulai merasakan bosan dan stres. Mengantisipasi hal ini, beberapa siswi membuat beragam kegiatan yang menyenangkan di rumah.
Rossa Amellya Damayanti (14), siswi kelas 8 SMPN 8 Kediri, misalnya yang melakukan hobinya yakni menggambar dan menulis esai. “Saya ingin nulis seperti surat-surat Ibu Kartini,” kata Rossa, Selasa (5/5/2020).
BACA JUGA:
- Antisipasi Kepadatan Kaliombo, Dishub Kota Kediri Siagakan Petugas dan Pantau Arus Lalin Lewat ATCS
- Antisipasi Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Kediri Bentuk Tim Anti Begal
- Uniska Kediri Gelar Wisuda Sarjana dan Magister 2026
- PDIP Kabupaten Kediri Kurban 4 Sapi, Daging Dibagikan untuk Warga Prasejahtera
Buku tentang surat-surat R.A Kartini, menginspirasinya untuk menulis. Sudah belasan lembar esai berhasil ditulisnya. “Belum tahu mau diapakan. Daripada di rumah tidak ada kegiatan dan bosan. Saya ingin bisa nulis novel juga,” katanya.
Selain menulis, ia juga suka menggambar motif batik dan sketsa wajah. Berlembar-lembar gambar dengan media pensil, ia buat selama liburan. Bahkan untuk sketsa wajah, relatif bagus, dan detail.
Hobi menulis juga dilakukan oleh Galuh Rahajeng (15), siswi kelas 9 SMPN 7 Kediri. Ia menulis cerita dan menerjemahkan manga di sela-sela belajar di rumah. "Biar tidak bosan, saya juga merajut. Sudah dari SD saya belajar merajut, baru sekarang ingat lagi karena banyak di rumah," katanya. Dua taplak mungil karyanya berhasil diselesaikan selama di rumah.
Lain halnya dengan Sascia Cindy Aulia (13), siswi kelas 8 SMPN 3 Kediri yang tetap di rumah dengan program latihan biola dari guru lesnya. “Setiap hari harus latihan minimal 10 menit. Jadi saya tiap hari ada kegiatan,” kata Sascia yang dari SD sudah belajar aneka alat musik.
Selain biola, Sascia sebelumnya memainkan harmonika dan meraih beberapa juara di sekolahnya. Ia juga pernah menjuarai kejuaraan model yang dilakukan di Kota Kediri. Hanya kegiatan itu, tidak lagi ditekuni dan fokus pada bermain biola.
“Sebelum Covid-19, saya ada rencana mau pentas. Sudah diurus semuanya, namun akhirnya batal,” katanya. Beberapa lagu berhasil ia kuasai, dan ia sangat menikmati bermain musik. Kelak, ia ingin menjadi musisi dan dokter.
“Kalau ditanya sekarang, inginnya bisa duet sama Bunda Fey. Kan Ibu juga bisa main biola,” tambahnya. Fey yang dimaksud adalah Silviana Feronica, istri Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. (uji/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




