Ringkasan Berita
- Moh. Hamzah Rizqi, siswa SMK Kartanegara Wates di Kediri, meraih medali emas bidang Welding (Pengelasan) dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026.
- Keberhasilan ini merupakan gelar juara nasional yang kedua kalinya berturut-turut untuk sekolah tersebut, setelah tahun sebelumnya juga diraih oleh siswa lain dari sekolah yang sama.
- Proses panjang dan disiplin yang ketat menjadi kunci utama, dengan Hamzah berlatih intensif selama 3 bulan dibimbing gurunya untuk mengatasi berbagai kendala selama lomba.
- Dari 7 jurusan yang juara tingkat kabupaten, hanya bidang welding yang berhasil menjadi juara 1 di tingkat provinsi Jawa Timur dan kemudian menang di tingkat nasional.
- Yayasan Kartanegara mengapresiasi soliditas tim dan berharap gelar juara nasional ini dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - SMK Kartanegara Wates, sekolah swasta di lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, berhasil melahirkan juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026.
Seorang siswa bernama Moh. Hamzah Rizqi meraih medali emas bidang Welding (Pengelasan) dalam ajang yang digelar di Jakarta. Hamzah kembali ke sekolahnya, Senin (3/8/2026), dan disambut meriah oleh civitas akademika, guru, staf, siswa, serta orang tuanya.
Kepala SMK Kartanegara Wates, Pujiono, menegaskan bahwa keberhasilan ini diraih melalui proses panjang.
“Kunci utama menjadi juara ini adalah disiplin. Ketika disiplin dijalankan dengan sungguh-sungguh, insya Allah apa yang ingin kita gapai akan mudah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, 7 jurusan di SMK Kartanegara Wates berhasil menjadi juara tingkat Kabupaten Kediri, namun di tingkat Provinsi Jawa Timur hanya welding yang meraih juara 1.
“Alhamdulillah, hari ini kita sambut kepulangan Ananda Hamzah yang kembali mempertahankan gelar juara nasional setelah tahun lalu diraih oleh Mohammad Niko Syukron Abdillah,” paparnya.
Abdul Munawar selaku perwakilan dari Yayasan Kartanegara juga memberikan apresiasi.
“Keberhasilan ini membuktikan adanya impak yang solid dalam menghantarkan anak-anak didik kita. Tahun 2026 ini kita bisa mempertahankan gelar juara nasional. Kami berharap gelar ini juga akan dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Hamzah mengaku berlatih intensif selama 3 bulan bersama gurunya, Ferizal Sutra Perdana.
“Meskipun ada kendala soal dan material tidak sesuai, Alhamdulillah bisa saya atasi berkat pengalaman selama berlatih, dan akhirnya berhasil menjadi juara 1,” akunya. (uji/mar)










