Ringkasan Berita
- Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Kampus Kediri meluncurkan program Gambyok (Gerakan Masyarakat Berkarya, Optimalkan Kesehatan) di Desa Gambyok sebagai upaya menurunkan angka stunting, kematian ibu-bayi, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
- Program ini melibatkan 95 mahasiswa kebidanan dengan pendekatan One Student One Client, di mana setiap mahasiswa mendampingi satu keluarga sasaran dan menerapkan metode hypnobirthing untuk mengurangi kecemasan ibu hamil.
- Kegiatan dimulai sejak survei awal Agustus 2026 bersama Puskesmas dan Bidan Desa, dan akan dievaluasi serta dipaparkan hasilnya pada minggu pertama September 2026.
- Desa Gambyok dipilih berdasarkan keberhasilan program serupa sebelumnya di Desa Keniten, dengan pendekatan personal mahasiswa yang disupervisi dosen ahli secara konsisten.
- Kepala Desa Gambyok menyambut baik program ini karena memberikan dinamika sosial dan perubahan pola pikir masyarakat tentang kesehatan yang nyata, bukan sekadar formalitas akademik.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Kebidanan Kampus IV Poltekkes Kemenkes Malang meluncurkan Program Wilayah Binaan bertajuk 'Gambyok' (Gerakan Masyarakat Berkarya, Optimalkan Kesehatan) di Balai Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, Kamis (20/8/2026).
Program yang didanai DIPA Poltekkes Kemenkes Malang tahun ini bertujuan menekan angka stunting, mencegah kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sebanyak 95 mahasiswa diterjunkan, terdiri atas 78 mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan dan 17 mahasiswa D-III Kebidanan Kediri.
Ketua Prodi D-III Kebidanan Kediri, Finta Isti Kundarti, menjelaskan program ini mengusung skema One Student One Client (OSOC), di mana tiap mahasiswa mendampingi satu keluarga sasaran.
“Melalui skema satu mahasiswa satu pasien, kami mengaplikasikan hypnobirthing untuk memberikan sugesti positif agar ibu hamil tidak cemas menghadapi persalinan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengusul, Rahajeng Siti Nur Rahmawati, menambahkan keunggulan program Gambyok terletak pada pendekatan personal mahasiswa dengan supervisi dosen ahli secara konsisten.
Sedangkan Ketua Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri, Triatmi Andri Yanuarini, menyebut Desa Gambyok dipilih sebagai kelanjutan keberhasilan program serupa di Desa Keniten, Kecamatan Mojo.
Kepala Desa Gambyok, Gunawan, mengapresiasi kepedulian akademisi Poltekkes.
“Kehadiran mahasiswa dan dosen bukan sekadar formalitas, tetapi memberi dinamika sosial dan perubahan mindset kesehatan yang nyata bagi warga kami,” katanya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak survei awal Agustus 2026 bersama Puskesmas Grogol dan Bidan Desa, serta dijadwalkan memasuki tahap evaluasi dan pemaparan hasil pada minggu pertama September 2026. (uji/mar)










