KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-49, Rabu (5/8/2026) malam.
Pagelaran dengan dalang Ki Sun Gondrong membawakan lakon Wahyu Godo Inten dan dihadiri jajaran YPLP Kediri, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, tamu undangan, serta masyarakat sekitar.
Rektor UNP Kediri, Zainal Afandi, menyebut acara ini sebagai wujud syukur sekaligus upaya melestarikan budaya bangsa.
“Lakon Wahyu Godo Inten mengandung pesan tentang perjuangan, kepemimpinan, dan kemenangan kebaikan. Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada sivitas akademika dan YPLP Kediri atas kontribusi yang mendukung perkembangan kampus. Zainal turut menyerahkan Anugerah Unit Kerja Unggul kepada sejumlah unit berprestasi.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja sehingga semakin banyak prestasi diraih,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh keluarga besar UNP Kediri mempersiapkan diri menyambut usia emas kampus pada 2027.
“Tahun depan merupakan tahun emas Universitas Nusantara PGRI Kediri. Mari tingkatkan kinerja dan kebersamaan agar kampus semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Selain pagelaran budaya, UNP Kediri juga memberikan penghargaan kepada unit kerja, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan berprestasi.
Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS) meraih peringkat pertama Anugerah Unit Kerja Unggul 2026 dengan nilai 871, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan nilai 863, serta LPMPSDM dengan nilai 860.
Penghargaan Tenaga Kependidikan Unggul diberikan kepada Arif Erwan, Aris Rahayu, dan Danang Sasongko. Sementara Anugerah Dosen Unggul diraih Ika Santia, Faisol, dan M. Anas, sedangkan Program Studi Unggul diberikan kepada PBSI, Pendidikan Matematika, dan PGSD. (uji/mar)










