Marjati sempat menunjukkan video penganiayaan yang dialami anaknya. Rekaman tersebut diperoleh dari warga setempat. Ada sejumlah penduduk yang mengabadikan kejadian memilukan itu.
Dari rekaman itu, tampak korban diminta berbaris, berpegangan pundak. Jumlahnya lebih dari 20 pemuda. Pakaian dilucuti, dan mereka berjalan beriringan tanpa pakaian alias telanjang bulat.
BACA JUGA:Polsek Sedati Angkat Bicara soal Penemuan Jasad ASN asal Bangkalan di Mobil Parkiran Bandara Juanda
Korban diminta berjalan sembari bernyanyi. Sejurus kemudian, berbaris di lapangan. Setelah itu, satu per satu korban menerima penganiayaan.
Salah satunya, anak Marjati. Tujuh orang menganiaya pemuda asal Gedangan itu, punggungnya dipukuli dengan kayu.










