(Bagian depan masjid Pesantren Tebuireng yang sudah diperluas dengan arsitektur modern pada kepemimpinan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). foto: ist/ bangsaonline.com)
Namun bangunan utama masjid peninggalan Hadratussyaikh itu dibiarkan utuh, tak diubah sedikit pun. Antara lain mihrab, pengimaman, bahkan lantainya pun tetap asli. Sehingga masjid yang penuh sejarah itu bisa disaksikan oleh generasi kapan pun karena memang bernilai cagar budaya.










