Tembakau Petani Probolinggo Tak Terbeli, Gara-gara Gudang Pabrikan Masih Tutup

"Kasian petani, mereka terus dilanda tekanan dan keprihatinan. Di samping tembakaunya tidak terbeli, waktu lalu petani juga mengalami kesulitan pupuk yang cukup langka ketika musim tanam," ujar M. Hasin.

Tidak hanya itu, masih dikatakan Hasin, kalaupun ada blandang atau tengkulak yang terpaksa membeli tembakau petani, mereka kebanyakan menurunkan harga dengan dalih gudang masih tutup.

"Mereka ambil dengan harga di bawah Rp 30 ribu per kg. Itu pun, tidak dibayar sampai berminggu-minggu. Kasihan petani saat ini, mereka harus terus-terusan menderita," terangnya yang mengaku memiliki lahan satu hektare lebih lahan dengan kapasitas tanaman tembakau sekitar 15 ribu pohon.

Senada, Mohammad Hasan, petani tembakau asal Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton juga mengaku resah atas sikap beberapa gudang tembakau yang hingga saat ini belum buka dan tak bisa membeli tembakau petani.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: