Hasto yang didampingi sejumlah Ketua DPP seperti Djarot Saiful Hidayat dan Tri Rismaharini menegaskan, Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia tentu memiliki nilai strategis bagi PDI Perjuangan. Karena itu, pihaknya bertekad bersama rakyat menjaga, melindungi, menangkan Surabaya.
Hasto menambahkan, PDI Perjuangan dalam konsolidasi di Jawa Timur menilai pilkada bukan sekadar tampilkan calon secara sembarangan. Bagi PDI Perjuangan, baru menjadi calon saja sudah harus memenuhi kriteria ideologis Pancasilais, memiliki kemampuan teknokratis guna menyelesaikan masalah rakyat, dan bertanggung jawab bagi masa depan.
Terlebih, Surabaya yang menjadi ikon begitu banyak identitas keberhasilan. Mulai smart city, the green city, the cultural city, dan begitu banyak identitas lainnya seperti Kota Paling Bersih.
"Karena itulah Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia akan dijaga dan dilindungi oleh seluruh anggota dan kader partai yang menyatu dengan rakyat untuk dimenangkan dalam Pilkada Serentak Tahun 2020 ini," imbuh Hasto.










