Minggu, 17 Januari 2021 10:58

​Gowes di Tulungagung, Gubernur Khofifah Bagikan Masker dan Sosialisasi Perda “Wajib Masker”

Minggu, 13 September 2020 15:02 WIB
Editor: MMA
​Gowes di Tulungagung, Gubernur Khofifah Bagikan Masker dan Sosialisasi Perda “Wajib Masker”
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat gowes di Tulungagung sekaligus menyosialisasikan pentingnya pakai masker. Gubernur Khofifah yang pakai kaos bertulis "PAKAI MASKER" itu juga menyosialisasikan tentang Perda Wajib Masker, Ahad (13/9/2020). fFoto: ist/ bangsaonline.com

TULUNGAGUNG , BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali gowes sekaligus menyosialisasikan pentingya pakai masker. Kali ini, Ahad (13/9/2020), Kabupaten Tulungagung yang menjadi sasaran bersama penyintas covid-19. Gubernur Khofifah bahkan memakai kaos bertulis "Pakai Masker" untuk sosialisasi protokol pencegahan covid-19 terutama menekankan pentingnya pakai masker.

Gubernur perempuan pertama Jatim itu bahkan menegaskan bahwa saat ini memakai masker bukan sekedar kewajiban melainkan kebutuhan bagi masing-masing individu.

"Menggunakan masker ini harus menjadi gerakan bersama," tegas Gubernur Khofifah sesaat sebelum keliling kabupaten Tulungagung pada Gerakan Jatim Bermasker.

Dimulai dari pendopo Kabupaten Tulungagung, Khofifah bersama jajaran organisasi perangkat daerah Provinsi Jawa Timur didampingi Bupati Tulungagung, Dandim dan Kapolres menyusuri titik- titik strategis dengan menyinggahi pasar Ngemplak, pasar Kliwon serta sentra UMKM Batik Tulungagung.

(Gubernur Khofifah berhenti di beberapa titik strategis untuk memberikan masker kepada para wargaTulungagung. Foto: ist/bangsaonline.com)

Di setiap titik Khofifah membagi masker sambil berpesan agar disiplin menggunakan masker yang benar. Sebab menggunakan masker saja belum cukup, tapi pemakiannya harus benar. Itulah benteng agar kita terlindungi dari covid-19.

Gubernur Khofifah juga mengatakan bahwa memakai masker adalah salah satu hal sederhana, namun memiliki dampak yang besar bagi pemutus mata rantai penyebaran covid-19. Masyarakat bisa tetap produktif, namun aman dan terlindungi dari COVID-19, jika disiplin pakai masker yang benar.

Menurut dia, berdasarkan informasi dari pusat krisis Kemenkes RI, apabila semua pihak, baik yang sakit maupun sehat memakai masker, tingkat penularan bisa diturunkan hingga 98,5 persen. Bahkan jika diikuti jarak yang aman bisa nol persen.

"Masker ini memberikan signifikansi terhadap perlindungan diri dan orang lain, masker menjaga kita untuk tetap aman dan produktif," katanya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, masker selain menjadi kebutuhan, saat ini telah menjadi peraturan daerah yang mengatur tentang disiplin menjalankan protokol kesehatan. Salah satunya penggunaan masker.

Diantarnya revisi dari Perda No. 1 tahun 2019 menjadi Perda No. 2 tahun 2020, Pergub 53 tahun 2020 serta Inpres No. 6 tahun 2020. "Ada sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan, tadinya Perda nomor 1 tahun 2019 lebih fokus mengatur pelanggaran terhadap ketentraman, ketertiban umum dan keamanan masyarakat, lalu pada perubahan Perda 2 tahun 2020 ada tambahan pasal dan ayat kaitan dengan bencana non alam khususnya covid-19," jelas Gubernur Khofifah.

Pergub tersebut, menurut dia, penerapan sanksi administratif dibebankan bagi pelanggar protokol kesehatan mulai yang sifatnya perorangan hingga yang berbadan usaha.

Untuk sanksi administratif perorangan, mulai teguran lisan, paksaan pemerintah dengan membubarkan kerumunan dan penyitaan KTP, kerja sosial, serta denda administratif sebesar Rp 250 ribu.

Adapun denda administratif bagi pelaku usaha diklasifikasikan sesuai besaran usaha. Bagi usaha mikro denda sebesar Rp 500 ribu, usaha kecil Rp 1 juta, usaha menengah Rp 5 juta, dan usaha besar Rp 25 juta. Bagi pelaku usaha yang kembali melakulan pelanggaran akan dikenakan sanksi denda administratif dua kali lipat dari denda pertama.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa disahkannya perda dan pergub tentang disiplin protokol kesehatan adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait perda tersebut karena berlaku untuk perseorangan dan korporasi.

"Sebelumnya ada proses sosialisasi yang akan kita lakukan baru kemudian ada teguran lisan tertulis ada sanksi administratif yang akan kita koordinasikan dengan bupati walikota," jelasnya.

Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Bupati dan Walikota diperlukan secara intensif khususnya terkait dengan korporasi karena perusahaan-perusahaan berlokasi di wilayah Kabupaten/ Kota. Selain itu, sanksi administratif pun akan dikenakan bagi pelanggar protokol kesehatan baik perseorangan maupun korporasi.

"Kalau ada sanksi administratif dengan jumlah tertentu yang akan dikenakan kepada siapa yang melanggar baik perseorangan maupun korporasi maka nanti dananya masuk pada kas umum daerah kabupaten kota bersangkutan," ungkapnya. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin---Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)---Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemajuan kebu...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...