Bagi BHS, jika sejumlah desa yang tersebar di 18 wilayah kecamatan memiliki Pasar Rakyat seperti Pasar Legi Jogosatru, maka ekonomi kerakyatan di Sidoarjo akan tumbuh.
"Kalau misalnya di beberapa desa lainnya melaksanakan seperti ini (punya pasar rakyat), maka ekonomi Sidoarjo bakal terus tumbuh. Dan saya akan membiasakan (mendorong) pasar rakyat seperti ada di semua kecamatan di Sidoarjo. Kalau perlu di semua desa," tandas politikus Partai Gerindra ini.
Untuk nama, BHS menyatakan bisa mengambil nama hari pasaran. "Namanya bisa Pasar Legi Pagi, Siang Sore, atau Pasar Kliwon, Pasar Wage, dan lain sebagainya. Kalau pagi saja bisa ramai apalagi sore hari," imbuh Cabup yang berpasangan dengan Cawabup M Taufiqulbar ini.
Begitu juga soal permodalan bagi para pedagang Pasar Rakyat. Hal itu bisa dibantu dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Syaratnya, Dinas Pasar (Disperindag) Pemkab Sidoarjo harus mengevaluasi mana saja pedagang yang masuk kualifikasi agar bisa mendapatkan bantuan permodalan itu.










