Pemeriksaan mayat oleh tenaga medis dan Polsek Ngadiluwih. foto: ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Hati-hati bila sedang dalam perjalanan naik sepeda motor atau sepeda onthel, tiba-tiba hujan turun. Lebih baik berhenti dulu dan berteduh. Kejadian memilukan di Kabupaten Kediri ini patut dijadikan pelajaran.
Adalah Mohamad Alfin Hikami (16), warga Dusun Ngadirejo, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Pelajar itu tewas tersambar petir di perjalanan saat naik sepeda onthel di jalan perkebunan tebu yang masuk Dusun Ngadirejo Desa Dukuh, Rabu (21/10) sekitar pukul 15.30 WIB.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung 20 Juni
- Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 6 Meter di Gurah
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
- Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp1,819 Miliar untuk Masyarakat Kota Kediri
Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budhi menjelaskan, peristiwa itu terjadi sewaktu hujan lebat. Saat itu Binti Mudafi'ah (46), ibu korban, naik sepeda di depan Romdhoni (55) ayah korban yang mengendarai sepeda motor, disusul Mohamad Arifin (korban) yang berada paling belakang dengan mengendarai sepeda onthel.
Saat perjalanan, tiba-tiba Romdhoni mendengar suara petir menyambar. Seketika ia melihat ke belakang dan mengetahui korban sudah terjatuh dari sepeda.
"Atas kejadian tersebut, bapak korban ini menolong korban dan melapor ke kepala dusun yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Ngadiluwih," kata AKP Iwan Setyo Budhi, Rabu malam.
Setelah dilakukan pemeriksaan mayat oleh tenaga medis dan Polsek Ngadiluwih, lanjut AKP Iwan, di tubuh korban ditemukan bekas luka bakar dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. (uji/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




