Sementara untuk manual brewing, lanjutnya, lebih dititikberatkan pada apresiasi terhadap para barista yang andal dalam meracik kopi, sehingga pada gilirannya nanti akan memberikan nilai tambah terhadap omzet barista itu sendiri.
Kualitas terbaik tanaman kopi itu, sambungnya, mulai dari pemilihan varietas kemudian pengolahan lahan, pemupukan, pemangkasan, sangrai, sampai dengan panen. "Itu semua berkontribusi pada cita rasa kopi," jelasnya.
Gebyar Kopi kali ini dibagi dalam dua kategori, untuk kategori pertama lomba cita rasa kopi yang diikuti oleh 19 peserta, lalu untuk kategori kedua berupa manual brewing diikuti oleh 24 peserta yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Trenggalek. Kemudian dari dua kategori itu, masing-masing kategori akan diambil juara 1, 2, dan 3.
Adapun juara satu untuk lomba cita rasa diraih oleh Poktan (Kelompok Tani) Karya Mulia asal Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko dengan kopi andalannya berupa Kopi Sengungklung, sedangkan juara satu untuk peracik kopi atau barista diraih oleh Rudy Mahendra Armadhani.










