Dijelaskan, tersangka nekat menghabisi nyawa korban lantaran ingin menguasai harta benda korban, yakni berupa perhiasan. Untuk itu, dirinya sudah menyiapkan peralatan yang digunakan untuk menghabisi korban.
“Tersangka dan korban ini sudah pernah ketemu sebelumnya. Kemudian ketemuan lagi di hari berikutnya, tapi korban tidak ada di warung. Serta ada inisiatif jelek, mengambil perhiasan dari Waras. Lalu menaruh besi di depan warungnya,” terang Agung.
Pada keesokan hari (hari Minggu), lanjut Kapolres Jombang, sempat ketemuan lagi. Bahkan, korban sempat meminta tolong pada pelaku untuk menagihkan utang. Setelah kembali ke warung milik korban, selanjutnya pelaku mengajak korban untuk bermesraan.
“Menjalin hubungan seperti itu (bermesraan, red), akhirnya dipukul menggunakan alat berupa besi yang sudah dipersiapkan pelaku,” ungkapnya.










