Selasa, 09 Maret 2021 14:13

New Man Kembali Beraksi, Sosialisasikan Prokes Pakai Bahasa Madura

Senin, 04 Januari 2021 20:28 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
New Man Kembali Beraksi, Sosialisasikan Prokes Pakai Bahasa Madura
New Man sedang beraksi di Pasar Pabean, Surabaya. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - New Man kembali beraksi mengingatkan penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Setelah sebelumnya keliling Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Mal Tunjungan Plaza (TP), kini ikon unik dengan ciri khas berkepala plontos dan perut buncit itu keliling ke Pasar Kapasan dan Pasar Pabean, Senin (4/1/2021).

Tiba di Pasar Kapasan, ikon Lawan Covid-19 Kota Surabaya itu langsung menyita perhatian para pengunjung dan pedagang. Bahkan, mereka langsung mengabadikan momen datangnya sosok superhero Lawan Covid-19 Kota Surabaya yang berpakaian super ketat warna hijau dengan kaus tangan dan sepatu bot oranye serta memakai masker itu.

Dengan memakai pengeras suara, New Man langsung menyosialisasikan protokol kesehatan dengan menggunakan bahasa Madura, karena di pasar tersebut mayoritas pedagang dan pembeli berasal dari Madura. Sambil keliling ke dalam pasar pakaian itu, dia tak henti-henti mengimbau supaya warga tetap patuh menerapkan protokol kesehatan.

Minta tolong gih, angguy maskerra, jek bukka. Jek apolkompol, jeghe jarakna, ben abecco ngangguy sabun. Tore padhe ajege ben disiplin, sopaje corona atau Covid-19 paneka bisa cepat elang. (Minta tolong ya, ayo pakai maskernya, jangan dibuka. Jangan kumpul-kumpul, dijaga jaraknya, dan jangan lupa cuci tangan pakai sabun. Mari kita bersama-sama menjaga dan disiplin, supaya Covid-19 ini bisa cepat hilang),” kata New Man nyaris tiada henti di dalam pasar.

Selain sosialisasi protokol kesehatan, New Man juga tak lupa membagi-bagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung pasar yang tidak memakai masker atau pakai masker scuba. Sejumlah pedagang dan pengunjung itu pun terlihat girang ketika mendapatkan masker dari New Man ataupun personel linmas yang mengikuti di belakangnya.

(New Man sedang beraksi di Pasar Kapasan, Surabaya)

Setelah puas keliling di Pasar Kapasan, New Man pun bergeser ke Pasar Pabean yang merupakan pasar ikan. Tiba di pasar tersebut, dia pun langsung sosialisasi protokol kesehatan. Lagi-lagi dia menggunakan bahasa Madura. Dia pun tak sungkan-sungkan masuk ke dalam pasar untuk menyosialisasikan protokol kesehatan itu.

Tore jek loppae, angguy maskerra. Lastari ade’er langsung angguy maskerra. Tore Pak, Bu, kaule minta tolong. (Ayo jangan lupa, dipakai maskernya. Setelah makan langsung dipakai maskernya. Ayo Pak, Bu, saya minta tolong),” ujarnya.

Seusai sosialisasi, Sang New Man yang sekaligus Camat Sawahan M. Yunus mengatakan bahwa dirinya terus berupaya menyosialisasikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. Tujuannya, supaya masyarakat terus ingat dan tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Saya berharap dengan kostum seperti ini dapat membekas di ingatan masyarakat, yang paling penting pula warga bisa menjadi New Man di keluarga dan lingkungannya masing-masing. Ketika ingat New Man, saya harap mereka ingat dan patuh terhadap protokol kesehatan,” harap Yunus.

Yunus memastikan bahwa dirinya akan terus keliling ke berbagai lokasi di Surabaya demi menyosialisasikan protokol kesehatan. “Jadi, tidak hanya di tengah kota saja yang akan menjadi sasaran, tapi juga berbagai lokasi lainnya yang kami kira perlu untuk didatangi,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Kapasan Hadi Susilo (45) mengatakan, sebagai warga Kota Surabaya dan sebagai pedagang di Pasar Kapasan, dia mengaku bangga dengan adanya ikon New Man yang lahir di Kota Pahlawan ini. Dia mengaku awalnya ikon New Man itu adalah tokoh kartun, tapi ternyata benar ada orangnya dan yang paling mengagetkan ternyata yang jadi ikon New Man itu adalah seorang camat.

“Antara orangnya dan kartunnya yang beredar selama ini persis, ternyata perutnya beneran buncit. Saya bangga sekali tokoh New Man buatan Pemkot Surabaya ini sangat kreatif. Mungkin ini satu-satunya di Indonesia,” kata Hadi.

Menurutnya, ikon New Man semacam ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan supaya warga selalu patuh protokol kesehatan. Bahkan, dia mengaku tokoh ini sangat mengena dan sangat membekas di benak masyarakat Surabaya. “Semoga warga selalu ingat New Man, ingat New Man tentu ingat protokol kesehatan,” pungkasnya. (ian/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Selasa, 09 Maret 2021 06:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata banyak orang – bahkan pejabat - yang justru positif Covid-19 setelah vaksin sinovac. Loh? Kenapa? Lalu apa manfaat vaksin?Nah, tulisan Dahlan Iskan pagi ini, Selasa, 9 Maret 2021, menjawab pertanyaan-pertany...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...