Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengalungkan tanda penghargaan pada santri. Foto: ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hari ini Nahdlatul Ulama memasuki usia ke-95. Di usia yang hampir satu abad, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan NU telah menjadi organisasi semakin matang secara pemikiran, peran, dan juga kontribusinya di tengah umat dan masyarakat.
Ketua Umum PP Muslimat NU ini mengatakan bahwa NU tidak semata-mata menegakkan syiar agama Islam dan akidah Aswaja. Ada spirit nasionalisme. Spirit mewujudkan kemandirian ekonomi sebagai bekal untuk melawan kolonialisme.
BACA JUGA:
- Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur
- Inilah Seruan Lengkap Masyayikh Jelang Munas dan Konbes NU di Ploso Kediri
- Banser dan Pagar Nusa Gelar Apel Pengamanan Munas-Konbes NU 2026 di Kediri
- Jelang Pembukaan Munas-Konbes NU Nanti Malam, Kiai-Kiai Bertemu di Ndalem Gus Da Ploso
"Semangatnya NU ini lengkap. Motivasi agama dan mempertahankan akidah Aswaja diwujudkan dengan banyaknya pesantren dan lembaga pendidikan berbasis agama. Motivasi ini masih relevan hingga sekarang. NU melahirkan banyak intelektual Muslim di Indonesia," kata Khofifah, Minggu (31/1/2021).

(Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj dalam acara NU sebelum pandemi covid-19. Foto: ist)
Ia mengulas bahwa NU tidak lahir bergitu saja. Organisasi ini lahir atas dasar istikharah para pada zaman itu. Ada KH Cholil Bangkalan, KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH As’ad Syamsul Arifin, serta beberapa kiai lainnya.
Beberapa literasi mengisahkan embrio berdirinya NU sekitar 1924 hingga 1925. Awalnya, KH Abdul Wahab Chasbullah mengusulkan gagasan pendirian Jam’iyyah.
KH. Hasyim Asy’ari tidak langsung menyetujui. Beliau tidak memutuskan sesuatu sebelum melaksanakan istikharah. Begitu juga dengan lahirnya NU pada 1926, tidak lepas dari istikharah para kiai pada masa itu.
"Gambaran sejarah itu menunjukkan NU memiliki kelebihan tersendiri. Yakni pengambilan keputusan untuk melahirkan sebuah organisasi tidak lepas dari meminta pentunjuk Allah. Tentu saja, motivasi positif tertanam pada organisasi tersebut. Motivasi itu, antara lain motivasi agama, membangun nasionalisme, serta mempertahankan akidah Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja)," kata Khofifah.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




