Ringkasan Berita
- Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakin (Gus Ipong), menyayangkan hiburan sound horeg pada karnaval 17 Agustus karena dinilai merusak nilai moral dan budaya.
- Menurut Gus Ipong, kemerdekaan yang diperjuangkan ulama dan santri seharusnya tidak dikotori hiburan yang bertentangan norma agama, sehingga meminta aparat kepolisian bertindak.
- Ia mencontohkan karnaval yang ideal seharusnya menampilkan kreasi bernuansa sejarah dan agama untuk membangun karakter generasi bangsa.
- Meski mendapat kritik, sejumlah desa di Pasuruan diketahui masih menggelar karnaval dengan sound horeg, berpotensi menimbulkan benturan sosial jika tidak ditertibkan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, K.H. Imron Mutamakin atau yang akrab disapa Gus Ipong, menyayangkan adanya hiburan berupa sound horeg dalam peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
“Saya sangat menyayangkan atas pembiaran kegiatan seperti ini,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (9/8/2026).
Menurut dia, kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah para ulama, santri, dan masyarakat tidak seharusnya dikotori dengan hiburan yang bertentangan dengan norma agama.
“Karnaval 17 Agustus disuguhi tontonan tidak mendidik dengan mendatangkan hiburan sound horeg, secara otomatis jelas itu merusak nilai moral budaya. Jangan jadikan generasi sesat merusak generasi hebat,” paparnya.
Gus Ipong mencontohkan karnaval yang mendidik seharusnya menampilkan kreasi bernilai sejarah, bernuansa agama, dan membangun karakter generasi bangsa. Ia juga meminta aparat kepolisian segera mengambil tindakan jika menemukan hiburan serupa.
“Tanggung jawab kita apa saja, jaga moral, jaga budaya dan jaga bangsa,” pungkasnya.
Meski kritik disampaikan, sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan diketahui masih menggelar karnaval dengan sound horeg, di mana kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan benturan sosial apabila tidak segera ditertibkan. (afa/mar)










