“Saya ingin menyampaikan datanya bahwa vaksinatornya 11.300, masing-masing vaksinator sehari bisa 30 orang. Dengan begitu kita membutuhkan waktu kira-kira 64 hari untuk dosis pertama. Jika digabung dosis kedua dan jeda waktu kira-kira 140 hari. Andai vaksin siap, vaksinator sehat, fasyankesnya bisa running, Insya Allah dalam 4 bulan bisa selesai,” ujarnya.
Gubernur juga menerangkan, sesuai arahan presiden, mereka yang terkait dengan upaya memberikan dampak penguatan ekonomi (termasuk pedagang pasar) akan diprioritaskan. Menurutnya, tidak terdapat kendala dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi meski di bulan puasa. Percepatan pelaksanaan vaksin pada bulan puasa dapat dilakukan setelah pelaksanaan buka puasa atau tarawih.
Khofifah juga mengajak masyarakat untuk tetap di rumah ketika libur panjang jika dirasa tidak terdapat keperluan yang penting dan mendesak, karena menurutnya libur panjang berpotensi menyumbang lonjakan pasien Covid-19. “Penegakan disiplin protokol kesehatan menjadi bagian penguat seiring proses vaksinasi yang ada,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr. Taufik Hidayat mengungkapkan bahwa realisasi vaksinasi di Lamongan sudah terselesaikan 100 persen. Dia menjelaskan terkait beberapa kendala yang dapat memperlambat vaksinasi, seperti pendataan sasaran, pelayanan yang terkendala karena adanya komorbid, serta pelaporan elektronik yang juga bermasalah.










