Rabu, 16 Juni 2021 15:13

​Ikuti High Level Meeting, Wali Kota Kediri: Kerja Sama UMKM dan Petani Bisa Kendalikan Inflasi

Selasa, 16 Maret 2021 17:53 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Ikuti High Level Meeting, Wali Kota Kediri: Kerja Sama UMKM dan Petani Bisa Kendalikan Inflasi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini memberikan dampak pada segala aspek, terutama pada kesehatan dan ekonomi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan ekonomi khususnya di Kota Kediri juga mengalami turbulensi atau sedikit terkoreksi, atau dengan kata lain sedikit melambat. Namun, tingkat inflasi Kota Kediri masih di angka 1,9, artinya permintaan (demand) masih ada.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam High Level Meeting Bank Indonesia “Evaluasi dan Program Kerja TPID Kota Kediri Tahun 2021”, Selasa (16/3).

“Pengendalian Inflasi dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) ini adalah sebuah komitmen dari daerah yang harus kita jalankan bersama-sama. Dan ini akan jauh lebih baik jika pengendalian inflasi dan TP2DD dilakukan bersama-sama daerah se-wilayah kerja Bank Indonesia Kediri. Sehingga dampaknya akan sangat bagus,” kata Mas Abu, sapaan Wali Kota Kediri.

BACA JUGA : 

Optimalkan Prodamas Plus, Pemkot Kediri Seleksi 186 Calon Pendamping

Datangkan Dokter Spesialis Anak, Home Care Peduli RSUD Gambiran Bantu Rujuk Pasien ke RS Dr. Soetomo

Gandeng Bea Cukai, Kadin Kabupaten Kediri Akan Berikan Asistensi dan Edukasi Pelaku UMKM

Dari Usaha Laundry ke Hand Soap, Pemkot Kediri Dampingi Nida Ikuti UKM Berprestasi Jatim

Wali Kota Kediri juga menuturkan, TP2DD adalah sebuah keniscayaan karena ke depan semuanya serba digital. Seperti dicontohkan, pedagang atau UMKM di Kota Kediri yang saat ini cenderung sepi order, namun mereka mencoba beralih menggunakan marketplace dalam berjualan. Hasilnya bisa dilihat dengan omzet yang meningkat, karena di marketplace permintaannya juga sangat tinggi.

“Kita juga terus mendorong dalam digitalisasi UMKM dan memang dalam hal ini juga harus ada campur tangan Bank Indonesia. Selain itu, kerja sama dengan para UMKM dan petani harus terjalin agar dapat mengendalikan inflasi. Daripada barang-barang dari petani itu diangkut orang lain, ini bisa bikin kacau dan pastinya barang akan ditimbun. Kalau sudah barang ditimbun, inflasinya bisa tidak terkendali,” tambahnya.

Dalam mengendalikan inflasi, lanjut wali kota, kerja sama dengan daerah lain memang sangat penting. Mas Abu memberikan contoh bahwa Kota Kediri dalam memenuhi pasokan telur bekerja sama dengan Kabupaten Blitar. Selain dengan daerah lain, juga bekerja sama dengan para pelaku bisnis gula dan lainnya.

Menurut wali kota, dengan memperkuat kerja sama antar daerah, dampak inflasi yang bagus juga bisa dirasakan tidak hanya di daerah yang melakukan pengendalian tapi juga pada daerah sekitarnya. Selain itu, juga dapat mengundang para investor untuk berinvestasi, karena investor juga melihat tingkat inflasi di daerah tersebut.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Sofwan Kurnia sependapat dengan gagasan Wali Kota Kediri mengenai inflasi terkendali akan menarik investor untuk berinvestasi. Hal ini didukung dengan melihat terlebih dahulu daya beli masyarakatnya.

“Kebetulan daerah yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) di eks Karesidenan Kediri dan Madiun itu hanya Kota Kediri dan Kota Madiun. Oleh karena itu, gagasan Pak Wali Kota Kediri dan Pak Wali Kota Madiun yang terhalang pandemi mari kita wujudkan di 2021 ini, agar nanti inflasi Kota Kediri dan Madiun terkendali, dan daerah sekitar juga akan kena imbas baiknya," ujar Sofwan.

"Imbas baiknya yaitu investor akan melihat daya beli masyarakat di seputaran daerah itu gambarannya seperti inflasi yang ada di Kota Kediri dan Kota Madiun. Sehingga investor akan datang untuk berinvestasi,” sambungnya.

Turut hadir dalam High Level Meeting itu, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Edi Darmasto, Kepala Bagian Perekonomian Kota Kediri Zachrie Ahmad dan Kepala Daerah Kabupaten dan Kota di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri. (uji/ian)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...