Minggu, 01 Agustus 2021 03:36

Transaksi Export Center Surabaya Ditarget Capai US$64 Juta, Begini Langkah Kadin Jatim

Rabu, 24 Maret 2021 17:03 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Transaksi Export Center Surabaya Ditarget Capai US$64 Juta, Begini Langkah Kadin Jatim
Sosialisasi di Graha Kadin Jatim, Selasa (23/3/2021). (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gerak cepat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur untuk menyosialisasikan keberadaan Export Center Surabaya (ECS) sudah mulai dilaksanakan. Tahap awal, sosialisasi dilakukan secara offline dan online di Graha Kadin Jatim, Selasa (23/3/2021) kemarin.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kadin Kabupaten/Kota se-Jatim, perwakilan Kadin Bali, NTT, NTB, dan seluruh Kadin Kalimantan, serta pelaku UMKM.

Seperti diketahui, pendirian pilot project ECS oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bersama Kadin Jatim ini memiliki wilayah kerja Jatim, Bali, NTT, NTB, dan seluruh Kalimantan. Lembaga ini didirikan dengan tujuan peningkatan kinerja ekspor dalam negeri, khususnya UMKM dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

Kepala Pengelola Export Center Surabaya Tommy Kaihatu yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Internasional dan Promosi Luar Negeri Kadin Jatim mengungkapkan bahwa ECS memiliki berbagai target yang cukup besar, salah satunya adalah nilai transaksi UMKM baru ekspor mencapai US$64 juta per tahun.

BACA JUGA : 

Bantu Produk Tembus Pasar Internasional, Gubernur Khofifah Launching Rumah Kurasi di Kota Kediri

Khofifah Launching Rumah Kurasi di Kediri untuk Peningkatan Kualitas Ekspor Produk UMKM

Hambat Laju Ekonomi, ​Pengusaha Keluhkan Penutupan Akses di Sejumlah Daerah Selama PPKM Darurat

Soal Wacana Perpanjangan PPKM Darurat Hingga 6 Minggu, Kadin Jatim: Ini Sangat Berat!

“Target ini tidak kecil karena waktunya tinggal 10 bulan. Selain itu juga ada target lain yaitu jumlah layanan konsultasi dan pendampingan mencapai 750 layanan, peningkatan nilai COO atau Certificate of Origin naik 5 persen serta target tambahan memunculkan UMKM baru ekspor sebanyak 250 UMKM. Makanya harus gerak cepat untuk menyosialisasikannya,” ujar Tommy Kaihatu, Selasa (23/3/2021) petang.

Sosialisasi menjadi penting agar pelaku UMKM dan IKM mengetahui keberadaan Export Center Surabaya beserta tugasnya. Selain mendapatkan tugas memberikan layanan konsultasi dan pendampingan, ECS juga memiliki tugas untuk berikan buyer inquiry atau informasi tentang pembeli yang ada di dunia dengan harapan bisa disinergikan dengan UMKM.

“Pekerjaan rumah kita banyak, menjahit luar dan dalam untuk mengoptimalkan potensi UMKM ini agar bisa melakukan kegiatan ekspor. Kita harus menyiapkan UMKM kita, mengurai persoalan mereka, dari kualitas produk, pembiayaan, legalitas, dan perizinan hingga persoalan SDM-nya,” terangnya.

Oleh karena itu, Kadin Jatim juga akan melakukan pemetaan yang nantinya dilanjutkan dengan melakukan pembinaan dan pelatihan. Pemetaan ini diperlukan agar UMKM yang mendapatkan pendampingan tidak hanya UMKM yang sama dengan UMKM yang telah mendapatkan pendampingan dari sejumlah BUMN dan lembaga lain. “Agar tidak tabrakan dengan pembinaan di lembaga lain, maka data akan kita integrasikan. Ini juga untuk mempermudah dan mempercepat langkah,” tandas Tommy.

Dalam hal peningkatan produk, keberadaan ECS akan disinergikan dengan program Rumah Kurasi Kadin Jatim yang diinisiasi oleh Kadin Kota Kediri dan Bank Indonesia Wilayah Kediri. Saat ini, program Rumah Kurasi juga sudah mulai jalan dengan melakukan sertifikasi instruktur pemeriksaan produk UMKM. Harapannya nanti, jika dalam setiap daerah ada 10 kurator produk UMKM, maka peningkatan kualitas produk bisa dicapai dengan cepat.

“Dan ini juga akan menjadi solusi keterbatasan volume produksi UMKM. Kalau kualitas produk bisa diseragamkan, maka untuk memenuhi permintaan dengan jumlah yang besar dari luar negeri bisa dengan mudah terpenuhi dari banyak UMKM,” ujarnya.

Di sisi lain, program ini juga akan disinergikan dengan sejumlah universitas yang memiliki orientasi entrepreneur seperti Universitas Ciputra (UC). Di UC, ujarnya, hampir seluruh mahasiswa memiliki usaha, termasuk usaha keluarga yang selama ini sudah besar tetapi masih belum merambah pasar luar negeri.

Sementara untuk mendapatkan buyer atau pembeli luar negeri, Kadin Jatim juga akan berkoordinasi dengan Kemendag dan sejumlah pihak terkait data. Data, ujarnya, bisa didapat dari INA Expo melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), melalui Kedutaan Besar RI serta dari Diaspora Indonesia.

“Tantangan berikutnya adalah soal legalitas atau perizinan karena di Indonesia, masing-masing lembaga memiliki aturan masing-masing yang dititipkan ke Bea Cukai. Ini nanti kita minta kemudahan bagi UMKM yang melakukan ekspor melalui ECS. Kuncinya adalah kolaborasi dengan banyak pihak, mulai dari lembaga dan dinas terkait, universitas, serta seluruh Kadin yang masuk wilayah kerja kita. Semua potensi kita gerakkan agar tidak jalan sendiri-sendiri karena ini adalah proyek nasional,” ujar Tommy.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Tb. A. Machrodja mengungkapkan bahwa ECS adalah kelanjutan dari program FTA Center. FTA Center hanya memiliki tugas sosialisasi apa yang telah dilakukan Kemendag agar UMKM dan pelakiu bisnis memahami tentang sejumlah kerja sama dan kebijakan yang telah dibuat bersama negara lain.

Karena UMKM sangat antusias dan banyak UMKM di Jatim mendapatkan predikat sangat baik, maka program FTA Center dilanjutkan dengan pendirian Export Center Surabaya. Dalam program ECS ini, telah ada sejumlah target yang telah ditetapkan, di antaranya jumlah layanan, transaksi yang lapor yang harus dicapai, hingga penambahan jumlah UMKM baru yang MoU menembus pasar luar negeri. Untuk itulah Kemendag bekerja sama dengan Kadin Jatim, sebagai lembaga nonprofit yang berkonsentrasi pada pengembangan ekonomi dan bisnis.

“Memang ini tidak mudah. Tetapi saya melihat sumbangsih Jatim terhadap ekonomi nasional tingkat dua. Ini luar biasa. Saya optimistis target bisa tercapai, ini harapan saya. Jika kemudian tidak tercapai ini bisa dievaluasi karena ini pilot project. Apa yang kurang, nanti kita perbaiki bersama,” pungkasnya. (nf/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...