Selasa, 20 April 2021 13:09

Larangan Mudik Berdampak Pada Pengusaha Agen Tiket dan Asongan Terminal Ngawi

Selasa, 06 April 2021 21:06 WIB
Editor: Revol Afkar Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Larangan Mudik Berdampak Pada Pengusaha Agen Tiket dan Asongan Terminal Ngawi
Suasana Terminal Kertonegoro Ngawi yang lengang.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kebijakan pemerintah memberlakukan larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini dikeluhkan para pengelola agen tiket yang membuka lapak di area Terminal Kertonegoro, Ngawi.

Pasalnya, lebaran tahun lalu mereka telah merasakan larangan mudik, sehingga tidak bisa berjualan tiket. Otomatis, tak mendapat penghasilan. Tahun ini, dipastikan mereka mengalami nasib serupa, setelah pemerintah mengumumkan larangan mudik pada lebaran idul fitri.

"Kita sangat terpukul sekali dengan adanya larangan mudik. Tahun kemarin sudah dilarang, dan sekarang dilarang kembali," keluh Wakidi, salah satu pemilik agen tiket bus.

Hal senada juga dikeluhkan Henri, pemilik agen tiket Bus SAN. Ia mengatakan, larangan mudik tahun ini layaknya hantaman badai dalam mencari rezeki. Padahal, hanya saat lebaran atau musim mudiklah mereka dapat merasakan "panennya" sebagai penyedia tiket.

BACA JUGA : 

Tegaskan Larangan Jebakan Tikus Beraliran Listrik, Kapolres Ngawi Ajak Petani Gropyokan

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2021, ​Forkopimda Ngawi Persiapkan Larangan Mudik

Korban Jiwa Akibat Jebakan Tikus Listrik Marak Lagi, Bupati Ngawi Ajak Kapolres Cek Lapangan

Sewa Ruko Plaza Ngawi Habis Bulan Agustus Mendatang, Pemkab Berencana Jadikan MPP

"Kita dapat hasil maksimal saat terjadi mudik. Lebaran kemarin kita sudah tidak dapat bekerja. Padahal kita juga tidak menerima bantuan atau kompensasi apapun dari pemerintah," cetus Henri.

Ia berharap, pemerintah juga memperhatikan kalangan penjual tiket bus. "Kalau bisa dari pemerintah tidak melarang mudik. Tetapi bagi pemudik harus menyiapkan persyaratan misalnya rapid test atau antigen. Dengan adanya larangan, otomatis dari pihak angkutan juga akan mengurangi armadanya untuk jalan," jelasnya.

Tidak hanya agen tiket yang terdampak dari larangan mudik. Komunitas yang ada di dalam Terminal Kertonegoro, seperti para pedagang asongan, juga sangat terdampak kebijakan tersebut.

"Kalau dampak yang merasakan bukan hanya penjual tiket bus saja, para asongan dan tukang ojek atau becak yang biasa di terminal akan berkurang penghasilannya," terang Imron Hariyadi, kepala Terminal Kertonegoro Ngawi saat ditemui BANGSAONLINE.com. (nal/rev)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...