Rabu, 16 Juni 2021 14:01

Terus Perjuangkan Raperda Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air, ARPL Temui Kadisparbud

Rabu, 05 Mei 2021 17:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Terus Perjuangkan Raperda Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air, ARPL Temui Kadisparbud
Dari kiri - Beny Prastya (EPPI) Bima Nuryawan (WWI Kediri), Adi Suwignyo (Kadisparbud), Ari Purnomo Adi (Koordinator ARPL), Eko (Cabang Dinas Kehutahan Trenggalek), dan Fathurahman (GNDP) usai berdiskusi terkait Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Aliansi Relawan Peduli Lingkungan (ARPL) Kediri terus bergerilya demi memperjuangkan Raperda Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air. Selasa (4/5) malam, ARPL melakukan silaturahim dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Ir. Adi Suwignyo, M.Si.

Bertempat di My Home Caffe yang ada di seputaran Simpang Lima Gumul, pertemuan tersebut berlangsung dengan santai. Adi Suwignyo atau biasa dipanggil dengan sebutan Pak Wik adalah seorang birokrat kawakan.

Koordinator ARPL Kediri dr. Ari Purnomo Adi menjelaskan, pihaknya sengaja menemui Kepala Disparbud Kediri karena pembahasan draf Raperda Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air ada hubungannya dengan wisata air dan kearifan lokal.

"Lebih-lebih Pak Wik sebelum menjabat sebagai Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, sudah pernah menjabat di 7 dinas dan lembaga di lingkungan Pemkab Kediri. Fakta uniknya adalah, bahwa Pak Wik saat menjabat di dinas lingkungan hidup dan kehutanan telah melakukan survei terhadap seluruh sumber dan mata air yang ada di Kabupaten Kediri," ujar dr. Ari.

BACA JUGA : 

Tak Alami Menstruasi, Ani Chasanah Minta PN Kediri Ganti Statusnya Jadi Lelaki Tulen

Penelitian Arkeologi Situs Candi Adan-Adan Tahap ke-5 Temukan Sudut Candi dan Dua Gentong

Ditinggal Ayahnya Ambil Tas di Mobil, Bocah Empat Tahun Tewas di Kolam Renang Hotel

Jadi Pusat Budi Daya Ikan Cupang, Hasilkan Rp 49,6 M, Kediri Bakal Gelar Kontes Betta

Hasil survei, didapatkan sekitar 373 mata air. Ironisnya, sekitar 50% dari mata air tersebut dalam kondisi mati atau setengah mati. Dan sisanya dalam kondisi tidak terawat.

"Pak Wik pulalah atas dasar instruksi Bupati Kediri, melakukan program rehabilitasi dan revitalisasi mata air dengan program penanaman tanaman keras di lingkungan sekitar mata air," kata dr. Ari, Rabu (5/5).

Karena anggarannya terbatas, tiap tahun Pak Wik hanya mampu membenahi sekitar 10 mata air saja. Memang jumlahnya masih jauh dari kata ideal, tapi kegiatan tersebut berhasil mencegah kerusakan mata air lebih lanjut.

Namun seiring penarikan kewenangan dinas kehutanan oleh provinsi, saat ini Pemerintah Kabupaten Kediri sudah tidak mempunyai kewenangan untuk mengatur dan menangani masalah kehutanan lagi.

"Penarikan kewenangan ini menimbulkan lubang kosong dalam struktur pemerintahan di Kabupaten Kediri. Sejak peristiwa tersebut, di Kabupaten Kediri menjadi tidak ada lembaga yang ditunjuk secara khusus dan yang mempunyai kewenangan untuk membidangi sumber air," terang dr. Ari.

Ditambah kekosongan produk hukum yang secara khusus mengatur pemanfaatan dan perlindungan sumber air. "Atas dasar itulah, Pak Wik sangat mendukung Naskah Akademik Draft Raperda Perlindungan Sumber Air usulan dari Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Kediri," tegas dr. Ari.

Menurut dr. Ari, Pak Wik mendukung dan mengapresiasi upaya dari ARPL yang memohon kepada Bupati Kediri untuk mengeluarkan perbup tentang pengelolaan dan perlindungan sumber air berdasarkan pertimbangan urgensi perlindungan sumber air.

"Karena pengelolaan dan perlindungan sumber air perlu segera dilakukan. Sedangkan proses perjalanan dari raperda untuk menjadi perda masih panjang dan lama. Jadi sangat tepat jika dikeluarkan perbup.

"Memang harus segera dilakukan sebelum kerusakan lingkungan sekitar sumber air sudah memasuki point of no return, kerusakan yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Tindakan dan kebijakan ini tentunya perlu mendapatkan payung hukum. Dan payung hukum yang paling tepat adalah perbup," pungkas dr. Ari.

Sementara itu, Adi Suwignyo sendiri sangat mendukung langkah Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Kediri dalam upayanya untuk menyelamatkan sumber air di Kabupaten Kediri.

"Harus diakui, sumber air termasuk salah satu tempat yang bisa dikelola untuk tujuan wisata. Untuk mengelola sumber air menjadi salah satu destinasi wisata memang harus ada payung hukum, agar tidak malah merusak lingkungan," kata Adi Suwignyo yang juga mantan Sekretaris KPU Kabupaten Kediri itu. (uji/rev)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...