Kamis, 29 Juli 2021 06:15

Sekitar 1,5 Juta Orang Mudik, Wali Kota Kediri Ikuti Arahan Presiden Jokowi

Selasa, 18 Mei 2021 05:57 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Sekitar 1,5 Juta Orang Mudik, Wali Kota Kediri Ikuti Arahan Presiden Jokowi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (baju putih) beserta jajaran Forkopimda Kota Kediri usai mengikuti arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui video conference, Senin (17/5). (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar beserta jajaran Forkopimda Kota Kediri mengikuti arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui video conference di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Senin (17/5). Ada dua arahan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni terkait lonjakan Covid-19 pasca libur lebaran dan mengenai perekonomian.

Presiden Joko Widodo menekankan agar seluruh kepala daerah mewaspadai adanya potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran. Berdasarkan data, masih ada sekitar 1,5 juta orang yang melakukan mudik di tengah larangan mudik.

Sebelumnya, telah diprediksi ada 33 persen masyarakat yang berkeinginan mudik lebaran. Namun setelah pemerintah membuat kebijakan tentang larangan mudik, masyarakat yang ingin mudik turun menjadi 11 persen.

Kemudian setelah dilakukan sosialisasi larangan mudik turun menjadi 7 persen dan setelah dilakukan pengetatan turun menjadi 1,1 persen. Saat ini, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sedang memberlakukan lockdown karena adanya lonjakan kasus.

BACA JUGA : 

Pengusaha Rendah Hati, Nyumbang Rp 2 Triliun ke Kapolda Sumsel, untuk Apa?

Dukung Percepatan Herd Immunity, Wali Kota Kediri Apresiasi Vaksinasi BI dan OJK Kediri

Hari Jadi Kota Kediri ke-1142 Digelar Secara Virtual, Sandiaga Uno Beri Kado Istimewa

Sandiaga Uno Apesiasi Industri Kreatif dan Potensi Wisata Kota Kediri

“Kita berharap kasus aktifnya tidak sebesar pada tahun lalu karena saat ini sudah terjadi penurunan kasus aktif dari puncak tanggal 5 Februari dengan kasus aktif sekitar 176 ribu. Tetapi saat ini turun menjadi 90.800 atau turun sekitar 48 persen. Ini yang harus terus kita jaga dan harus adanya konsistensi,” ujar Presiden.

Presiden Joko Widodo meminta agar seluruh kepala daerah untuk memperkuat testing, tracing dan treatment. Apalagi bila dilihat dari data kasus mingguan, terdapat beberapa provinsi yang mengalami kenaikan kasus Covid-19.

“Pekembangan kasus mingguan di Sumatera harus diwaspadai. Namun semua harus tetap hati-hati. Untuk Bed Occupancy Ratio (BOR) target kita harus di bawah 50 persen dan saat ini BOR Nasional 29 persen. Kalau obat kurang minta Kemenkes. Kalau vaksin masih punya kemampuan untuk disuntikkan terutama bagi lansia, segera lakukan,” imbuhnya.

Mengenai masalah ekonomi, Presiden Joko Widodo mengatakan di kuartal satu tahun 2021 pertumbuhan ekonomi di angka -0,74 persen. Pada kuartal kedua tahun 2021 ditargetkan harus di atas 7 persen. Namun dalam menggerakkan perekonomian harus tetap memperkuat protokol kesehatan.

"Semua gubernur, bupati, dan wali kota punya kontribusi yang sama terhadap pertumbuhan ekonomi. Periode Idulfitri ada peredaran uang kartal sebanyak 154,5 triliun dibanding pada periode Idulfitri tahun 2020, ada kenaikan 41,5 persen. Ini positif dan mengandung optimisme," kata Jokowi.

"Namun tetap hati-hati dengan kenaikan Covid. Kita harus kerja keras dan optimis agar di kuartal kedua target kita bisa tercapai. Tapi tetap hati-hati urusan Covid harus tetap diatasi. Dua-duanya harus bisa berjalan beriringan. Apa yang saya sampaikan bisa menjadi basis data dan kita harus semangat mengatasi ekonomi dan persoalan Covid-19,” pungkasnya.

Sementara Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan akan menjalankan arahan Presiden Joko Widodo dengan terus konsisten dalam menjalankan aturan-aturan yang telah dibuat untuk terus menekan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri. Penguatan PPKM Mikro juga akan terus dilakukan.

“Saya selalu mengingatkan kepada Tim Gugus Tugas bahwa aturan yang telah kita buat itu ya berlakunya harus konsisten. Dijalankannya juga harus konsisten,” ujarnya.

Untuk perekonomian, Wali Kota Kediri menjelaskan bahwa selalu berdiskusi dengan Forkopimda Kota Kediri agar perekonomian harus terus berjalan. Namun jalannya perekonomian di Kota Kediri harus bisa beriringan dengan penguatan protokol kesehatan.

“Harus ada komitmen kuat kita bersama untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan serta menjaga ekonomi agar tetap berjalan,” tutup wali kota. (uji)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...