Pelanggar Prokes Didenda Uang dan Beli Masker, Warga Kota Kediri Menyambut Positif

Pelanggar Prokes Didenda Uang dan Beli Masker, Warga Kota Kediri Menyambut Positif Petugas saat menghentikan pengguna jalan yang tidak memakai masker atau memakai masker tapi salah. foto: ist.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan guna memberikan efek jera bagi para pelanggar supaya tidak mengulanginya kembali.

Hukuman tersebut disambut baik oleh masyarakat. Umi Mahani, warga Kelurahan Rejomulyo, di Kota Kediri misalnya, ia mengatakan bahwa hukuman tersebut sudah pantas.

"Untuk hukuman setahu saya sudah bagus ya, pelanggar diberikan hukuman yg bersifat positif misalnya diminta push up, menyanyikan Indonesia raya ataupun menyebutkan sila pancasila, nah ini kan akan menambah semangat nasionalisme," ujar Umi.

Senada dengan hal tersebut, Marlinda, salah satu mahasiswi di Kota Kediri juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, hukuman yang diberikan selain memberikan efek jera juga mendisiplinkan. "Menurut saya hukuman yang diberikan sudah cukup memberikan efek disiplin untuk pengendara atau masyarakat yang melanggar protokol kesehatan," ungkapnya.

Meski demikian masyarakat berharap selain melakukan operasi Yustisi, sosialisasi terkait protokol kesehatan khususnya bagi pengguna jalan, juga giat dilakukan. "Lebih dibanyakkan tentang sosialisasi on the spot saja untuk meminimalisir pelanggaran protkes," ungkap Indra, salah satu pekerja swasta di Kota Kediri.

"Harapan saya untuk para aparat tetap semangat ya, menurut saya memang semua diperlukan sedikit paksaan untuk membentuk sebuah kebiasaan, semoga dengan ini Covid-19 segera berlalu," ujar Indra. (uji)